PKS Minta Pemerintah Indonesia Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

POLKAM  SELASA, 28 JUNI 2022 | 09:15 WIB

PKS Minta Pemerintah Indonesia Bangun Rumah Sakit di Arab Saudi

foto/net

Dalam pengawasan Ibadah Haji 1443 Hijriah/2022, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Iskan Qolba Lubis, meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk bisa membangun Rumah Sakit di Arab Saudi demi memfasilitasi kesehatan jamaah haji lebih baik lagi.

"Saya perwakilan dari Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja pengawasan Ibadah Haji 1443 Hijriah. Yang pertama disini melakukan pengecekan di Madinah, yang mana kita ingin melihat kesesuaian antara anggaran yang dikeluarkan dan kondisi di lapangan langsung. Untuk layanan KKHI sudah setingkat rumah sakit tipe C, yang menyediakan banyak layanan dokter spesialis dengan tempat tidur, kita ucapkan terima kasih kita sangat apresiasi disini kepada para dokter-dokter medis yang sudah sabar merawat jamaah haji kita," ujar Iskan.

Anggota Legislatif asal Sibuhuan ini, juga menambahkan bahwa sangat mendorong Pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitas rumah sakit sendiri.

"Kita ingin ke depan supaya kita boleh membuka rumah sakit, ini adalah cita-cita kita. Itu kan di seluruh dunia boleh saja karena obat standar Arab Saudi itukan berbeda dengan obat standar Indonesia, di Saudi tablet obatnya besar-besar, sedangkan di kita itu kan kecil-kecil. Dosisnya pun berbeda, menu makanan juga berbeda di rumah sakit Saudi dengan kita. Jadi kita upayakan nanti punya rumah sakit sendiri supaya jamaah bisa tertangani secara lebih optimal," ujar Iskan.

Lebih lanjut, Iskan juga mengatakan agar Pemerintah Indonesia bisa melanjutkan usulan kita ini agar segera dapat dibangun rumah sakit Indonesia di Madinah dan Makkah.

"Kita dapat melihat bahwa dengan dibangunnya rumah sakit dari pemerintah Indonesia di Madinah dan Makkah itu, Jamaah Haji pasti akan lebih merasa nyaman berada di rumah sakit sendiri, baik karena pelayanan maupun komunikasinya sesuai dengan Indonesia. Putra Mahkota juga sangat terbuka, kita melihat standar pelayanan di Amerika gimana, di Emirate gimana. Saya rasa kedepannya sangat mungkin kita buat rumah sakit, apalagi kita punya rumah sakit luar biasa di satu provinsi di Indonesia. Ada 20 rumah sakit, yang artinya kita bukan kaleng-kaleng di bidang rumah sakit," pungkasnya. [mt]


Komentar Pembaca