Per 1 Juli, Beli Pertalite-Solar Harus Pakai MyPertamina

Ekonomi  SENIN, 27 JUNI 2022 | 22:43 WIB

Per 1 Juli, Beli Pertalite-Solar Harus Pakai MyPertamina

Masyarakat yang merasa berhak  menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Solar, buruan download Aplikasi MyPertamina. Sebab Pertamina Patra Niaga akan melakukan uji coba pembelian Pertalite dan Solar via MyPertamina mulai Jumat, 1 Juli 2022.
 
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution menuturkan penyaluran solar dan pertalite penugasan diatur lewat Peraturan Presiden Nomor 191/2014 dan Surat Keputusan (SK) BPH Migas No. 4/2020.
 
"Kami menyiapkan website MyPertamina yang dibuka pada 1 Juli 2022. Masyarakat yang merasa berhak menggunakan pertalite dan solar dapat mendaftarkan datanya melalui website ini," ujarnya dalam keterangan resmi dilansir dari laman Pertamina, Senin (27/6/2022).

Direncanakan, uji coba awal akan dilakukan di beberapa kota/kabupaten yang tersebar di lima provinsi antara lain Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Barat, dan DI Yogyakarta. Saat ini, segmen pengguna solar subsidi sudah diatur, sedangkan pertalite segmentasi penggunanya masih terlalu luas.
 
Pihaknya menemukan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih banyak konsumen yang tidak berhak mengonsumsi pertalite dan solar. Jika tidak diatur, potensi kuota yang ditetapkan Pertamina selama satu tahun tidak akan cukup.
 
Baca juga: Begini Cara Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina

"Sebagai badan usaha yang menjual pertalite dan solar, kami harus patuh dalam (pengaturan) kuota dan tepat dalam menyalurkan BBM yang disubsidi pemerintah," jelasnya.
 
Lewat MyPertamina, konsumen memastikan kendaraan dan identitasnya terkonfirmasi sebagai pengguna yang terdaftar untuk memperoleh pertalite dan solar atau tidak. "Sistem MyPertamina akan membantu kami dalam mencocokkan data pengguna," lanjut Alfian.
 
Pendaftaran dilakukan semua di website MyPertamina https://subsiditepat.mypertamina.id/. Pengguna yang sudah melakukan pendaftaran kendaraan dan identitasnya kemudian mendapatkan notifikasi melalui email yang didaftarkan.
 
Pengguna terdaftar akan mendapatkan QR code khusus yang menunjukkan data mereka cocok dan dapat membeli pertalite dan solar. "Jika seluruh data sudah cocok, konsumen dapat melakukan transaksi di SPBU. Seluruh transaksinya akan tercatat secara digital," kata Alfian.
 
Ia berujar Pertamina pun dapat mengenali konsumen pertalite dan solar. Ke depan, hal itu bisa menjadi acuan dalam membuat program ataupun kebijakan terkait subsidi energi.[ros]
 


Komentar Pembaca