Menkes Ingatkan Puncak Omicron BA 4 dan BA 5 di Pertengahan Juli

Kesehatan  SENIN, 27 JUNI 2022 | 09:18 WIB

Menkes Ingatkan Puncak Omicron BA 4 dan BA 5 di Pertengahan Juli

Net

Puncak lonjakan kasus positif Covid-19 akibat subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada pertengahan Juli 2022.

Hal tersebut diungkap Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Hal itu didasari atas pengamatan lonjakan Covid-19 yang terjadi di negara asal subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yakni Afrika Selatan.

"Kalau polanya sama dengan di Afrika Selatan, perkiraan puncak (di Indonesia) bisa kena di pekan kedua dan ketiga Juli 2022," kata Budi usai menerima bantuan mesin refrigerator vaksin dari Pemerintah Jepang di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (27/6/2022).

Budi memaparkan, kenaikan kasus di Afrika Selatan dalam sebulan terakhir hanya sepertiga dari kenaikan kasus di puncak Omicron BA.1. Angka pasien yang dirawat di rumah sakit hanya sepertiga dari puncak Omicron.

"Angka kasus kematiannya sekitar 10 persen dari puncaknya Omicron," ujarnya.

Jika Indonesia meniru pola yang terjadi di Afrika Selatan, lanjut Budi, diperkirakan puncak kasus di Tanah Air mencapai 30 persen dari puncak Omicron, atau setara 17.000 hingga 18.000 pasien dan setelah itu akan turun kembali.

"Namun dengan jumlah pasien yang masuk rumah sakit dan kematian jauh lebih rendah dari gelombang sebelumnya," ucap Budi.

Budi memastikan reproduction rate nasional masih terkendali sebab berada di bawah 1 persen. Positivity rate nasional masih terkendali di 3,61 persen atau di bawah standar WHO berkisar 5 persen.

Laju penularan COVID-19 di Indonesia kini mencapai 2.000 lebih kasus per hari, tapi masih berada di level 1 versi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

"Memang ada kenaikan dari 200 ke 2.000-an kasus saat ini. Tapi puncak gelombang di Indonesia sebelumnya mencapai 60.000-an kasus per hari," tutur Budi.

Budi mengatakan WHO memberikan standar level 1 situasi pandemi di suatu negara dengan indikator 20 kasus per pekan, per 100.000 penduduk. Jika disesuaikan dengan situasi di Indonesia, maka standar level 1 WHO berkisar 7.800 per hari.

"Kalau masih di bawah itu (standar WHO), artinya masih di level 1 PPKM. Di Indonesia saat ini, 2.000-an kasus," tegas Budi.

Namun masih ada beberapa propinsi di Indonesia seperti DKI Jakarta dan Banten sudah di atas 5 persen, sehingga Budi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik menghadapi situasi pandemi saat ini. [Irm]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08

 10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

Inspirasi IslamSabtu, 06 Agustus 2022 | 20:30

Kamu Berminat? Transjakarta Rekrut 1.801 Petugas Layanan Operasional
Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 20:46

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 21:30

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

POLKAMMinggu, 07 Agustus 2022 | 11:55

Orangtua Diminta Lakukan Imunisasi Kejar di Program BIAN

Orangtua Diminta Lakukan Imunisasi Kejar di Program BIAN

KesehatanSelasa, 09 Agustus 2022 | 14:45

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

IslamtainmentSelasa, 09 Agustus 2022 | 14:30

Tobat Nabi Adam dan Hawa Diterima Allah pada 10 Muharram
Pengacara Bharada E Minta Perlindungan Jokowi, Dalam Ancaman
Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Kabar Tanah SuciSelasa, 09 Agustus 2022 | 13:55