Politisi PKS Desak Langkah Konkret Pemerintah Tangani PMK

POLKAM  MINGGU, 26 JUNI 2022 | 20:45 WIB

 Politisi PKS Desak Langkah Konkret Pemerintah Tangani PMK

foto/net

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Slamet mendesak adanya langkah konkret dari pemerintah dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terus meluas.

Hal tersebut disampaikan Slamet pada Program televisi Indonesia Business Forum yang secara langsung disiarkan dalam saluran TVOne, di Jakarta.

Menurut Slamet, Pemerintah dalam merespon penyebaran PMK ini masih dinilai sangat lambat, fakta di lapangan memperlihatkan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terus meluas menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia.

"Apabila menurut pemerintah penanganan sudah sangat cepat, seharusnya penyebaran tidak sampai meluas ke 19 provinsi. Cukup sebatas pada wilayah di Jawa Tmur dan Aceh pada saat itu," ujar Slamet dalam keterangannya.

Anggota komisi IV DPR RI Fraksi PKS ini mengungkapkan, bahwa pemerintah dalam menghadapi wabah PMK ini perlu keseriusan yang sangat mendalam. Perlu adanya alokasi anggaran yang dialokasikan secara penuh untuk penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang terus kian merebak.

"Kalo kemudian untuk membangun IKN dan pengalokasian APBN saja sudah membutuhkan anggaran ratusan miliar sampai triliun, ini hanya butuh 5 triliun saja untuk penanganan secara penuh wabah PMK," ujarnya.

Artinya, kata Slamet, dengan porsi anggaran seperti ini tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengatakan kesulitan terkait alokasi anggaran yang dibutuhkan bagi penanganan PMK, yang kiranya hanya membutuhkan kucuran dana sekitar 5 triliun rupiah.

"Padahal kita saat ini masih menunggu realisasi dari apa yang disampaikan Pak Jokowi bahwa penyebaran wabah PMK akan ditangani sebagaimana keseriusan dalam menangani Covid-19," tambahnya.

Selain itu, Slamet juga menyoroti penanganan yang dilakukan oleh Menteri Pertanian yang ia nilai masih sangat lambat. Menurutnya, beberapa catatan yang perlu diperbaiki adalah terkait kesulitan pemberian dana dan terkait data yang dinilai masih perlu diperbaiki secara rekrutmennya sehingga tindakannya akan tepat.

"Memang betul apabila alasan anggaran ini menjadi kendala, akan tetapi masih ada dana saving melalui automatic adjustment sekitar 1,4 maka segera keluarkan”, ujarnya.

Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah untuk bergerak cepat menghentikan penyebaran wabah PMK di Indonesia melalui dikeluarkannya alokasi anggaran yang cukup.

"Saya meminta bukti atas apa yang diungkapkan Presiden, dengan dikeluarkannya anggaran untuk kemudian segera menangani ini sehingga penderitaan dari petani kita segera teratasi. Karena tidak ada jalan lain selain stepping out dan konsekuensi dari stepping out tersebut adalah penggantian. Dimana diperkiraan perlu dana sekitar 2,2 triliun untuk penggantian," papar Slamet seperti dilansir dari fraksi.pks.id. [mt]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08