Kemenag: Jangan Gunakan Isu SARA dalam Promosi

Ekonomi  SABTU, 25 JUNI 2022 | 21:30 WIB

Kemenag: Jangan Gunakan Isu SARA dalam Promosi

M Fuad Nasar

Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan seluruh masyarakat, agar menghidari promosi produk menggunakan simbol-simbol agama atau mengandung isu Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan 9SARA).

Peringatan itu disampaikan disampaikan Sekretaris Ditjen Bimas Islam (Sesditjen) Kemenag, M Fuad Nasar, mencermati kasus promo Bar dan Restoran Holywings Jakarta, yang setiap Kamis menggratiskan minuman keras untuk pengunjung bernama Muhammad dan Maria.

“Penting memahami batas-batas etik dalam marketing communication di dunia bisnis. Siapa pun, dalam hal apa pun, agar menghindari bermain dengan isu SARA karena reaksi publik yang ditimbulkan sudah dapat diduga sebelumnya,” pesan Fuad di Jakarta dilansir laman Kemenag.go.id, Sabtu (25/6/2022).

Fuad mengatakan, dari sudut komunikasi bisnis, belum tentu ketika promosi suatu produk menjadi isu kontroversial akan berdampak positif. Justru, kata dia, hal tersebut kontraproduktif dan merugikan reputasi suatu perusahaan. “Letakkan sesuatu pada tempatnya,” tegasnya.

Menurut Fuad, sebuah produk makanan dan minuman non-halal sudah dimaklumi oleh publik sesuai keyakinan agama yang dianut khususnya umat Muslim. “Maka tidak elok kalau diaduk-aduk, misalnya dihubungkan dengan nama atau identitas suatu agama dan suku yang sampai kapan pun tidak akan pernah menghalalkannya. Lalu buat apa meng-endorse yang semacam itu?” katanya.

Diberitakan sebelumnya, promo Holywings jadi polemik dan kini diproses hukum di mana sudah enam orang ditetapkan tersangka. Manajemen Holywings Indonesia telah menyampaikan permintaan maaf, namun proses hukum terus berjalan.[ros]


Komentar Pembaca