Polri Siapkan Cooling System untuk Pemilu 2024

POLKAM  KAMIS, 16 JUNI 2022 | 18:10 WIB

Polri Siapkan Cooling System untuk Pemilu 2024

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, pihaknya bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) akan membentuk cooling system. Karena selalu ada potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) saat peilihan umum (pemilu).
 
"Nanti bersama-sama dari Pak Kapolda dengan forkopimda dan stakeholder terkait, kapolres, dandim, bupati, dan wali kota membuat cooling system agar situasi tidak menjadi panas," kata Wakapolri di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hari ini, Kamis (16/6/2022).

Menurut Wakapolri, bentuk cooling system antara lain mengadakan aktivitas yang positif, seperti lomba atau pertunjukkan musik. Sehingga, konsentrasi masyarakat tidak ke pemilu saja.
 
Cooling system, tandas dia, bukan menghambat demokrasi, melainkan mendinginkan situasi. Sebab, tahap demi tahap pemilu memunculkan potensi rawan gangguan kamtibmas.
 
"Tujuan kita adalah supaya tidak terjadi polarisasi yang tinggi di masyarakat. Kalau polarisasi tinggi, apalagi polarisasi itu karena politik identitas, bisa menimbulkan disintegrasi bangsa jika dibiarkan dan kita tidak bisa mengelolanya dengan baik," katanya.
 
Menurut Gatot, apabila situasi panas dibiarkan panas akan meledak. Hal itu dapat memicu konflik yang menimbulkan korban jiwa maupun materi.
 
"Kita ini mengumpamakannya, kalau radiator mobil itu kalau sudah panas tak kasih air dingin dia akan meledak. Seperti itu lah, kita cooling system-nya mendinginkan situasi yang panas itu. Langkah-langkah harus kita lakukan dengan kolaborasi tentunya bersama-sama baik dengan Polri-TNI, forkompinda, dan lainnya," tambahnya.
 
Gatot menyebut setiap pemilu pasti ada perbedaan pendapat. Pihak yang tidak memiliki jiwa demokrasi bisa saja melakukan kampanye hitam, ujaran kebencian, hasutan, hingga kebohongan yang disampaikan secara terus menerus.
 
"Orang tak lagi percaya kepada fakta dan data yang ada, tapi percaya kepada persepsi-persepsi yang dimunculkan secara terus menerus melalui media sosial atau pun yang lainnya sehingga bisa menimbulkan konflik," tuturnya.[ros]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08

 10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

10 Muharram: Ini 7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura

Inspirasi IslamSabtu, 06 Agustus 2022 | 20:30

Kamu Berminat? Transjakarta Rekrut 1.801 Petugas Layanan Operasional
Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

Hari Ini, Sambo Dipecat dari Kadiv Propam

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 20:46

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

Mendadak, Banyak Perwira Polri Kehilangan Jabatan

POLKAMKamis, 04 Agustus 2022 | 21:30

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

Sempat Dikabarkan Ada Penembakan di Rumah Kabareskrim

POLKAMMinggu, 07 Agustus 2022 | 11:55

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

Leganya Nathalie Holscher Berpisah dengan Sule

IslamtainmentSelasa, 09 Agustus 2022 | 14:30

Tobat Nabi Adam dan Hawa Diterima Allah pada 10 Muharram
Pengacara Bharada E Minta Perlindungan Jokowi, Dalam Ancaman
Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Hari Ini 2.816 Jamaah Haji Pulang, Lihat Jadwalnya

Kabar Tanah SuciSelasa, 09 Agustus 2022 | 13:55

MUI-Palestina Perbarui MoU tentang RS Indonesia di Hebron

MUI-Palestina Perbarui MoU tentang RS Indonesia di Hebron

InternasionalSelasa, 09 Agustus 2022 | 13:47