Kementerian Haji: Vaksinasi Dosis Lengkap Tetap Wajib

Kabar Tanah Suci  SELASA, 14 JUNI 2022 | 18:59 WIB

Kementerian Haji: Vaksinasi Dosis Lengkap Tetap Wajib

Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi mengatakan, imunisasi lengkap dengan salah satu vaksin COVID19 yang disetujui Pemerintah Arab, tetap diperlukan bagi para calon jamaah haji.

Dilansir Arab News, Selasa (14/6/2022), penegasan itu datang kurang dari 24 jam setelah Pemmerintah Saudi mengumumkan pencabutan berbagai tindakan pencegahan COVID-19, termasuk persyaratan untuk memakai masker wajah di tempat-tempat tertutup.

Kementerian Kesehatan kembali menegaskan bahwa semua yang akan menunaikan haji tahun ini harus telah menyelesaikan program imunisasinya dengan salah satu vaksin COVID-19 yang disetujui oleh Otoritas Kesehatan Masyarakat.

Persyaratan vaksin ini tercantum dalam portal pendaftaran elektronik haji tahun ini yang akan menampung 1 juta jemaah.

Terkait keputusan baru-baru ini terkait pencabutan tindakan pencegahan dan pencegahan COVID-19, otoritas mengatakan bahwa orang tidak akan lagi diharuskan memakai masker di dalam ruangan, kecuali Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah, selain kesehatan. fasilitas, acara publik besar, pesawat terbang dan penyedia transportasi umum yang ingin menegakkan langkah-langkah tersebut.

Bukti vaksinasi pada aplikasi Tawakkalna tidak lagi diperlukan untuk memasuki perusahaan, acara, kegiatan, pesawat terbang, dan transportasi umum.

Namun, administrator dari setiap aktivitas, acara, atau penyedia transportasi umum yang ingin menerapkan tingkat perlindungan yang lebih tinggi dapat dikecualikan dari keputusan tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada 1 Juni di ibukota Yordania Amman, Dr. Tawfiq Al-Rabiah, menteri haji dan umrah, mengatakan bahwa diketahui bahwa ada banyak persyaratan untuk melakukan haji tahun ini, tetapi “keselamatan jemaah haji dan kepulangan mereka yang aman ke negara mereka tetap menjadi prioritas kami.”

Saat membuka pendaftaran haji tahun ini, kementerian menekankan bahwa prioritas akan diberikan kepada mereka yang belum pernah melakukan ritual sebelumnya. Kementerian menambahkan bahwa mereka yang tidak sepenuhnya diimunisasi, sesuai status mereka pada aplikasi Tawakkalna, akan ditolak izin hajinya.[ros]


Komentar Pembaca