Jadi Lokasi Pemakaman Eril, Arti Baitul Ridwan

Daerah  SELASA, 14 JUNI 2022 | 15:00 WIB

Jadi Lokasi Pemakaman Eril, Arti Baitul Ridwan

net

Pemakaman Emmeril Khan Mumtadz atau Eril telah dilakukan, Senin (13/6/2022) pagi di Desa Cimaung, Kabupaten Bandung. Lokasi makam serta masjid Al Mumtadz di sampingnya berada di lahan Islamic Centre Baitul Ridwan.

Nama Baitul Ridwan terdiri dari kata baitul dan ridwan. Dikutip dari kamus online almaany.com, arti baitul atau bait بَيَّتَ adalah rumah dan tempat tinggal. Kata ini juga berarti mengusahakan, merencanakan, atau melindungi.

Sedangkan ridwan رِضْوَان artinya adalah keridhaan, kerelaan, kesenangan, kepuasan, dan persetujuan. Ridwan juga merujuk pada salah satu malaikat yang menjaga pintu surga, berkebalikan dengan Malik penjaga neraka.

Sama seperti nama Eril yang mengandung banyak doa, Baitul Ridwan juga bermakna harapan seorang hamba pada Allah SWT. Baitul Ridwan juga merujuk pada salah satu peristiwa penting sejarah Islam.

Baitul Ridwan atau Baitur Ridwan yang juga sering disebut Baiat Ridwan adalah peristiwa sebelum perjanjian Hudaibiyah. Dikutip dari buku Sahabat Rasulullah Utsman bin Affan, baiat ini dilakukan Rasulullah SAW bersama kaum muslim.

Perjanjian (baiat) dilakukan di bawah pohon sehingga kadang disebut tahtas sajarah. Janji ini membuktikan kesetiaan para sahabat dan kaum muslim saat itu yang tak akan lari dari serangan kaum kafir.

Peristiwa Baiat Ridwan dilatari kebohongan kaum Quraisy terkait kematian Utsman bin Affan. Kabar ini mengakibatkan kaum muslim resah, sehingga Nabi SAW meminta mereka semua berjanji untuk bersatu hingga kebenaran kabar dipastikan.

"Kita tidak boleh beranjak sebelum menyelesaikan persoalan dengan kaum itu," ujar Rasulullah SAW seperti ditulis dalam buku karya M Syaikuhudin tersebut yang diterbitkan PT Balai Pustaka (Persero).

Sang Khulafaur Rasyidin ternyata tidak mati atau dibunuh kaum Quraisy. Utsman ditahan kaum kafir saat datang ke Mekah sebagai utusan Nabi SAW. Saat itu Rasulullah bersama kaum muslim hendak tawaf di Baitullah.

Namun kaum Quraisy menganggap kedatangan rombongan sebagai ajakan perang. Kaum Quraisy bahkan tak percaya kabar yang dibawa utusannya jika Nabi SAW dan kaum muslim hanya ingin ke Baitullah, bukan hendak perang seperti yang dikhawatirkan.

Atas saran Umar bin Khatab, Nabi SAW mengirim Utsman pada kaum Quraisy untuk menjelaskan maksud kedatangannya. Kaum Quraisy lantas mengizinkan Nabi SAW dan kaum muslim mengunjungi Baitullah. Utsman lantas mengatakan, dia tidak akan tawaf mendahului Nabi SAW.

"Aku tidak mau melakukannya sebelum Rasulullah SAW," ujar sang menantu Nabi SAW tersebut seperti ditulis dalam buku.

Percakapan hanya sampai situ, sebelum kaum Quraisy menahan Utsman dan tersiar kabar hoax kematiannya. Peristiwa Baitul Ridwan atau Baiat Ridwan juga tercatat dalam Al Quran surat Al Fath ayat 18

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Arab-Latin: Laqad raḍiyallāhu 'anil-mu`minīna iż yubāyi'ụnaka taḥtasy-syajarati fa 'alima mā fī qulụbihim fa anzalas-sakīnata 'alaihim wa aṡābahum fat-ḥang qarībā

Artinya: Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). [irm]


Komentar Pembaca