Kenangan Puan Maharani Dibalik Pembangunan Masjid At-Taufiq

Nasional  KAMIS, 09 JUNI 2022 | 13:15 WIB

Kenangan Puan Maharani Dibalik Pembangunan Masjid At-Taufiq

net

Pembangunan masjid At-Taufiq disebut bisa menjadi sarana syiar Islam, peresmian Masjid At-Taufiq yang berada di depan Sekolah Partai PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, diselenggarakan pada Rabu (8/6/2022) sore. Peresmian dilakukan di hari peringatan 9 tahun wafatnya Taufiq Kiemas.

Pembangunan Masjid At-Taufiq diprakarsai oleh Ketua DPR Puan Maharani yang juga putri Taufiq Kiemas. Pada momen ini, Puan membagikan kenangan ayahnya. 

“Tokoh negarawan seperti Almarhum Pak Taufiq, saat meninggalkan dunia ini beliau meninggalkan legacy, seperti legacy nilai-nilai kebangsaan yang almarhum terus perjuangkan semasa hidupnya,” kata Puan.

Puan mengatakan, Taufiq Kiemas selalu meyakini Indonesia hanya bisa besar dan maju ketika semua anak bangsa bersatu dan bergotong royong. 

“Keyakinan tersebut sama seperti yang dicita-citakan oleh Bung Karno yang merupakan idola Almarhum Pak Taufiq. Bagi Almarhum Pak Taufiq, beda pendapat itu biasa tetapi persatuan Indonesia harus menjadi yang utama,” ucap Ketua DPP PDIP tersebut. 

Keluarga Taufiq Kiemas pun disebut ingin merawat legacy yang ditinggalkan mantan Ketua MPR itu, yakni salah satunya dengan membangun Masjid At-Taufiq. 
“Pembangunan Masjid At-Taufiq ini telah dimulai pada bulan Desember 2018 dan selesai pada Juli 2020. Namun karena adanya pandemi Covid-19, maka baru dapat diresmikan pada hari ini,” jelasnya. 

Puan menerangkan, pembangunan Masjid At-Taufiq berawal dari dialihfungsikannya kantor DPP PDIP di Jalan Lenteng Agung 99 menjadi Sekolah Partai sebagai sarana kaderisasi PDIP secara berjenjang dan berkala. Dengan kegiatan rutin yang dilakukan di Sekolah Partai, ratusan kader PDIP dari seluruh Indonesia sering datang ke lokasi ini. 

“Kehadiran para kader partai di Sekolah Partai ini kemudian memunculkan kebutuhan adanya masjid yang lebih besar bagi kader PDI Perjuangan yang beragama Islam untuk menunaikan kewajiban salat lima waktunya karena musala yang sudah ada dianggap kurang memadai lagi,” kata Puan. 

Megawati pun langsung menyetujui inisiasi Puan untuk pembangunan Masjid At-Taufiq. Masjid At-Taufiq dibangun di lahan seluas 1.800 m2 dengan bangunan dua tingkat bergaya rumah Gadang Minangkabau. Nama Masjid At-Taufiq dipilih untuk mengenang almarhum Taufiq Kiemas. Meski begitu, menurut Puan, nama At-Taufiq juga dipilih karena filosofi dari artinya.

“Filosofi Masjid At Taufiq diambil dari kata Taufiq yang berasal dari kata Wafaqa yang artinya kesesuaian antara irodah (ketentuan Illahi) dan amal perbuatan makhluknya,” ungkap mantan Menko PMK itu. 

“Kata Taufiq bisa juga dimaknai sebagai limpahan Allah, pertolongan dan petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala. Nama At-Taufiq juga dipilih untuk mengenang Alm Bapak Taufiq Kiemas semasa hidupnya sekaligus untuk mendoakan agar arwah beliau senantiasa mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” imbuh Puan. 

Masjid At-Taufiq memiliki daya tampung jemaah sekitar 400-500 orang. Selain itu Masjid At-Taufiq memiliki auditorium atau ruang serba guna yang bisa menampung 200-250 orang. Masjid At-Taufiq berada di bawah kepengurusan DPP PDIP yang pengelolaannya diserahkan kepada Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), sayap partai PDIP. [irm]


Komentar Pembaca