Kapan Shalat Ghaib Dilaksanakan?

Kajian  MINGGU, 29 MEI 2022 | 12:30 WIB

Kapan Shalat Ghaib Dilaksanakan?

Ketika mendapat kabar telah berpulang ke rahmatullah Prof Dr H Ahmad Syafii Ma'arif (Buya Syafii), masyarakat di berbagai penjuru negeri melakukan Shalat Ghaib. Mereka shalat  dari jarak jauh mendoakan kebaikan bagi Almarhum Buya Syafii.

Bagaimanakah ketentuan Shalat Ghaib? Dilansir dari laman muhammadiyah.or.id, Ahad (29/5/2022), Shalat Jenazah Secara Ghaib (Shalat Ghaib) dapat dilakukan ketika mendapat kabar seseorang telah meninggal dunia, baik jasadnya diketahui maupun tidak, baik sudah ada yang menshalatkan maupun belum/tidak.

Shalat Ghaib dapat juga dilakukan baik di tempat shalat (mushala) seperti contohnya kasus shalat untuk Raja Najasyi. Bisa juga dilakukan di kubur orang yang meninggal seperti contohnya shalat untuk perempuan penjaga masjid.

Adapun pelaksanaan Shalat Ghaib bisa dilakukan setelah meyakini seseorang telah meninggal dunia dan sudah siap untuk dilaksanakan shalat atasnya. Shalat Ghaib juga dapat dilakukan di kubur beberapa hari setelah kematian orang tersebut.

Hal itu didasarkan dalil sebagaimana dijelaskan beberapa hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
“Dari Asy Sya’bi (diriwayatkan), sesungguhnya Rasulullah SAW pernah shalat atas suatu kubur setelah (jenazah) dikubur, lalu beliau takbir empat kali” (HR. Muslim).

Juga dalam hadits: “Dari Ibnu Abbas (diriwayatkan), sesungguhnya Nabi SAW pernah shalat atas suatu kubur setelah satu bulan” (HR. al-Baihaqi)”.

Ada pula hadis: “Dari Said bin Musayyab (diriwaytkan) bahwa Ummu Sa’d meninggal sementara Nabi SAW  tidak ada (di Madinah), maka ketika telah kembali datang beliau menshalatkan atasnya, padahal sudah berlalu satu bulan (dari kematiannya Ummu)” (HR. at-Tirmdizi).

Berdasarkan hadits-hadits di atas, dapat dipahami bahwa seseorang boleh melakukan Salat Jenazah, baik orang yang meninggal itu sudah dikubur atau sesudah beberapa hari dari kematiannya, seperti tiga hari atau satu bulan.

Penyebutan masa waktu dalam hadits tersebut tidaklah menunjukkan pembatasan waktu kebolehan seseorang untuk mensalatkan jenazah, sehingga boleh hukumnya bagi seseorang untuk menshalatkan jenazah dikarenakan suatu hal setelah jenazah dikubur hingga beberapa hari atau bulan. [ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05