Ketentuan Nama Anak dalam Islam

Kajian  MINGGU, 29 MEI 2022 | 12:00 WIB

Ketentuan Nama Anak dalam Islam

Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri mengharuskan para orangtua memberi nama anak minimal dua kata. Bagaimana ketentuan ini bila dikaitkan dengan ketentuan menamai anak dalan Islam?

Ketentuan nama tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri)No 73/2022 tentang pencatatan nama pada dokumen kependudukan, yang ketentuannya antara lain:
1. Nama tidak boleh kurang dari 2 kata
2. Nama tidak boleh lebih dari 60 karakter
3. Nama orangtua ditambahkan ke nama anak agar memudahkan pengurusan ke luar negeri.

Atas pertanyaan di atas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memberikan jawaban yang dilansir dari laman mui.or.id, Ahad (29/5/2022), sebagai berikut:

Pemberian nama dalam Islam hendaknya yang memiliki makna yang baik. Karena nama adalah bagian dari doa. Dan, kelak di akhirat seseorang dipanggil dengan namanya.

Dalam kaitan itu, Nabi Muhammad Rasulullah SAW pernah mengubah nama seseorang yang tidak baik dengan nama yang baik, yaitu dari Barrah lalu Nabi menggantinya dengan Zainab.

Dalam Islam, penamaan satu kata atau lebih boleh saja dilakukan, tidak ada dalil khusus yang melarangnya.

Yang harus diingat, dalam Islam sebaiknya nama seseorang selalu digandekan dengan nama ayah atau nisbat kepada nenek moyangnya.

Passpor yang digunakan untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, biasanya diharuskan terdiri dari tiga suku kata.[ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05