Penelitian Temukan Obat Antivirus Cacar Monyet

Kesehatan  KAMIS, 26 MEI 2022 | 08:45 WIB

Penelitian Temukan Obat Antivirus Cacar Monyet

Ilustrasi

Sebuah penelitian terhadap 7 kasus cacar monyet di Inggris antar 2018-2021 pun telah menemukan obat antivirus yang menjanjikan, gejala cacar monyet atau monkeypox yang tergolong ringan termasuk ruam, demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Penelitian ini melihat kasus-kasus cacar monyet yang sebelumnya dirawat di pusat spesialis di Liverpool, London dan Newcastle. Salah satunya, seorang pasien wanita yang diberi obat tecovirimat dan diizinkan pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan 10 hari.

Sedangkan, 6 pasien cacar monyet lainnya rata-rata diizinkan keluar dari rumah sakit setelah 27 hari menjalani perawatan. Mereka adalah pasien yang mendapatkan pengobatan antivirus berbeda.

Dr Hugh Adler, dari Liverpool School of Tropical Medicine, mengatakan tecovirimat telah dilisensikan untuk digunakan pada manusia yang mengembangkan cacar.

“Jika cacar kembali, kita membutuhkan obat-obatan seperti ini dalam kondisi siaga. Karena, cacar air biasa dan cacar monyet tetaplah serupa secara genetik, sehingga kami menawarkan obat ini pada pasien," kata Dr Hugh dikutip dari Express.

Pasien yang menggunakan tecovirmat dua kali sehari selama dua minggu juga memiliki waktu yang lebih singkat untuk mereproduksi virus di dalam tubuh mereka.

Dr Adler mengatakan meskipun kasus tunggal ini memberikan bukti yang terbatas, itu adalah sinyal menjanjikan sebagai batu loncatan untuk penelitian yang lebih besar, terutama di negara yang kasus cacar monyet berubah status endemik.

Para peneliti mengatakan mereka tidak dapat mengomentari apakah obat itu digunakan sekarang atau tidak, karena kerahasiaan pasien.

Dr Jake Dunning, konsultan penyakit menular di Royal Free Hospital, London, mengatakan cacar monyet pada anak-anak jarang terjadi dan ruam yang mereka alami lebih mungkin disebabkan oleh cacar air atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. [Irm]


Komentar Pembaca