Astaghfirullah..'Wakil Tuhan' Konsumsi Sabu

POLKAM  SENIN, 23 MEI 2022 | 20:00 WIB

Astaghfirullah..'Wakil Tuhan' Konsumsi Sabu

Kok bisa? Hakim, yang dianalogikan sebagai wakil Tuhan di Bumi, mengonsumsi narkoba. Tidak hanya seorang. Hakim YR (39) bersama temannya DA (39) sudah ditangkap Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten.

Kedua hakim yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Rangkas Bitung, Provinsi Banten, ini ditangkap aparat BNN atas kepemilikan sabu-sabu lebih dari 20,643 gram. Adalah Yr yang memesan sabu itu dari Sumatera,

Ketika dikonfirmasi awak media hari ini, Senin (23/5/2022), Humas PN Rangkasbitung Muhammad Zakiudin membenarkan kabar itu. Ia membenarkan bahwa DA dan YR merupakan hakim di PN Rangkasbitung.

Namun menurut dia, YR yang sudah 2 tahun dan DA baru setahun bertugas di PN Rangkasbitung, samasekali tidak menunjukkan bahwa keduanya merupakan pengguna narkoba. Keduanya berkinerja baik, dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

Baik YR maupun DA bersikap profesional. Mereka kebanyakan menangani perkara berupa kasus pidana umum.

Ditanya soal proses hukum, Zaki menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan pada BNN Provinsi Banten. Pihaknya tidak akan melakukan intervensi proses hukum itu dalam bentuk apapun.

Diberitakan sebelumnya, dua hakim dan seorang ASN PN Rangkasbitung yaitu RASS (32) ditangkap tim BNNP.

Atas penangkapan itu, hari ini Kepala BNN Provinsi Banten Hendri Marpaung memberikan penjelasan. Bahwa YR memesan sabu yang dikirim dengan Tiki, yang sudah dilakukan kontrol pengiriman oleh BNN dan Bea Cukai.

"Pada Selasa tanggal 17 Mei 2022 pukul 10.00 WIB, ASN PN Rangkasbitung berinisial RASS mengambil sabu tersebut di Kantor Tiki. Tim langsung mengamankan RASS lalu diinterogasi atas kepemilikan sabu itu. Ia mengaku, sabu itu bukan miliknya," kata Hendri.

Mendalami keterangan RASS, Tim BNNP langsung ke PN Rangkasbitung dan menggeledah ruang kerja YR. Hasilnya, ditemukan di ruangan YR alat-alat yang biasa digunakan untuk mengonsumsi metamfetamin berupa antara lain pipet, bong, dan korek api.

YR langsung menjalani tes urine, dan hasilnya positif dia mengonsumsi sabu. Ketika diinterogasi, YR menyebut nama rekannya DA yang tes urinenya juga positif.

BNN terus melakukan pengembangan kasus, kata Hendri, sehingga didapati pembantu rumah tangga DA yang inisial H juga ikut mengonsumsi sabu. Ternyata DA, RASS, dan H baru menjadi pemuja sabu setelah kenal dengan YR. Sedangkan YR sudah menggunakan sabu lebih dari setahun. [ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05