Ini Alasan Rusia Hentikan Ekspor Gas ke Finlandia

Internasional  SABTU, 21 MEI 2022 | 16:35 WIB

Ini Alasan Rusia Hentikan Ekspor Gas ke Finlandia

Konflik Rusia-Ukraina yang masih terus berlangsung berimbas pada sektor ekonomi Eropa. Rusia memutuskan menghentikan aliran gasnya ke Finlandia karena negara itu memutuskan menjadi anggota aliansi militer The North Atlantic Treaty Organization (NATO) pasca serangan Rusia ke Ukraina.

Pemutusan itu disampaikan perusahaan energi milik negara Finlandia, Gasum yang mengkonfirmasi soal pemutusan pasokan gas untuk negaranya dari Rusia. Alasan lain yakn Finlandia juga menolak untuk membayar persediaannya dalam rubel.

Penghentian aliran pada pipa gas utama dari pemasok utama kawasan itu akan berhenti mulai hari ini, Sabtu (21/5/2022). Meski begitu, Gasum memastikan bahwa pasokan gas negara itu masih aman.

"Pada Jumat sore, 20 Mei, Gazprom Export menginformasikan kepada Gasum bahwa pasokan gas alam ke Finlandia berdasarkan kontrak pasokan Gasum akan dihentikan pada Sabtu 21 Mei 2022 pukul 07.00," katanya dalam sebuah pernyataan dikutip CNBC International.

"Gasum akan memasok gas bumi ke pelanggannya dari sumber lain melalui pipa Balticconnector. SPBU Gasum di area jaringan gas akan tetap beroperasi normal," terang CEO Gasum, Mika Wiljanen.

Penghentian ini merupakan penghentian pasokan energi kedua yang dilakukan Moskow kepada negara tetangganya itu. Sebelumnya Rusia memotong aliran listrik yang diekspor ke Finlandia.

Rusia sendiri menanggapi bergabungnya Finlandia dan juga Swedia ke NATO dengan cukup dingin.

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, aliansi yang notabenenya rival Moskow itu dapat menjadikan Helsinki batu pijakan untuk meletakan senjatanya di negara itu. Finlandia berbagi perbatasan darat sepanjang 1.300 km dengan Rusia.

Sementara itu, aplikasi pengajuan Finlandia dan Swedia ke dalam NATO masih menemui ganjalan. Ganjalan itu diutarakan oleh Turki dengan alasan dua negara Nordik itu mendukung gerakan separatis Kurdi yang dicap teroris oleh Ankara.

Pasokan gas yang hilang kemungkinan akan berdampak terbatas pada ekonomi negara Nordik, dengan bahan bakar menyumbang hanya sekitar 5 persen dari bauran energi di sana.

Pasokan gas sendiri umumnya digunakan oleh pabrik daripada untuk pemanasan rumah tangga seperti di banyak negara Eropa lainnya. Pemerintah Finlandia sendiri telah mendorong pemutusan pasokan bahan bakar fosil Rusia.

“Gazprom Export memberi tahu Gasum bahwa pasokan gas alam ke Finlandia berdasarkan kontrak pasokan Gasum akan dipotong pada hari Sabtu,” kata manajemen Gasum dikutip Bloomberg.

Finlandia adalah negara Eropa ketiga yang kehilangan gas dari Rusia. Polandia dan Bulgaria, dua negara yang lebih dulu merasakan hal sama, pada bulan lalu, dengan alasan yang sama pula. [rhd/***]


Komentar Pembaca