Digempur Rusia, Kota di Ukraina Disebut Bagai Neraka

Internasional  SABTU, 21 MEI 2022 | 10:40 WIB

Digempur Rusia, Kota di Ukraina Disebut Bagai Neraka

Net

Wilayah Donbas disebut menjadi fokus serangan Rusia kini telah hancur. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahkan menyebut kondisi Donbas bagaikan 'neraka'.

Dilansir Reuters, Jumat (20/5/2022), sejak berpaling dari ibu kota Kiev, Rusia mengerahkan artileri dan kendaraan lapis baja untuk mencoba merebut lebih banyak wilayah di Donbas, yang menjadi lokasi Donetsk dan Luhansk yang dikuasai separatis pro-Moskow.

Zelensky menyebut Rusia mencoba memberikan banyak tekanan di Dobas. Situasi di sana pun disebut seperti 'neraka'.

Para penjajah mencoba untuk memberikan lebih banyak tekanan. Ini seperti neraka di sana dan itu tidak berlebihan," ucap Zelensky dalam pernyataan pada Kamis (19/5/2022) tengah malam.

Zelensky juga menyebut serangan terus menerus diberikan ke wilayah Odessa.

"(Ada) Serangan terus menerus di wilayah Odessa, di kota-kota Ukraina bagian tengah. Donbas benar-benar hancur," imbuhnya.

Rusia menyebut invasinya sebagai 'operasi militer khusus' untuk menyingkirkan fasis Ukraina. Namun Ukraina dan sekutu Baratnya menyebutnya sebagai dalih tak berdasar untuk perang yang tidak beralasan.

Pekan lalu, Rusia mengamankan kemenangan terbesarnya sejak invasi ke Rusia dimulai, dengan Kiev mengumumkan telah memerintahkan garnisun di pabrik baja di Mariupol untuk mundur setelah pengepungan berlarut-larut.

Pasukan Rusia, bagaimanapun, telah didorong mundur bulan ini dari pinggiran Kharkiv, kota terbesar di Ukraina. Pihak Ukraina bahkan menyatakan telah merebut kembali 23 permukiman dekat Kharkiv dalam dua pekan terakhir.

Di Mariupol, hasil akhir dari pertempuran paling berdarah di Eropa selama beberapa tahun terakhir masih belum jelas, dengan ketidakpastian atas nasib ratusan petempur Ukraina.

Pada Kamis (19/5/2022), Moskow menyebut 1.730 petempur Ukraina telah menyerahkan diri, termasuk 771 petempur dalam 24 jam terakhir.

Para pejabat Ukraina, yang meminta pertukaran tahanan, menolak berkomentar dengan alasan bisa membahayakan upaya penyelamat mereka. [Irm]


Komentar Pembaca