Singapura Tolak UAS Karena Ekstremisme, Ketua MUI: Itu sangat Berlebihan

BERITA  JUMAT, 20 MEI 2022 | 18:45 WIB | Deman

Singapura Tolak UAS Karena Ekstremisme, Ketua MUI: Itu sangat Berlebihan

Ustadz Abdul Somad/Foto:Net

Kehebohan yang terjadi terkait Deportasi Ustadz Abdul Somad (UAS) dari Singapura memang tidak jelas. Bahkan UAS merespons pemerintah Singapura, yang melarang dirinya masuk ke negara tersebut, namun enggan memberikan alasan yang jelas. 

 
UAS pun menyerukan agar pengikutnya tak perlu belanja ke Singapura. UAS menjelaskan, pada awalnya ia berniat mengunjungi Singapura untuk membantu pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun dia justru dideportasi pihak Imigrasi Singapura.

"UAS ke Singapura ingin berlibur. Akan kunjungi berbagai tempat objek wisata, akan makan, menginap, belanja, mengeluarkan dana untuk kebaikan ekonomi Singapura. Tapi Singapura ternyata tolak UAS," tulis UAS di unggahan akun Instagramnya, Kamis (19/5/2022).

Akibat penolakan tersebut, Profesor tamu di Universitas Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam ini, lantas menyerukan agar masyarakat tak perlu menggunakan uangnya untuk berbelanja ke Singapura. Ia menyarankan, agar uang tersebut diwakafkan untuk pembangunan Pesantren.

"Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura, dananya bisa dialihkan untuk berwakaf bersama UAS," ujarnya.

Sebelumnya, UAS ditolak masuk ke Singapura oleh otoritas setempat. Kementerian Dalam Negeri Singapura menyebutkan sejumlah alasan menolak kedatangan UAS di negara tersebut.

Salah satu poinnya yaitu UAS dianggap menyebarkan ajaran ekstremisme dan segregasi. Singapura juga menyampaikan kritik terhadap pernyataan UAS, yang pernah melontarkan komentar merendahkan agama lain seperti Kristen. UAS disebut pernah menyebut salib sebagai tempat tinggal roh kafir.

"Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstrimis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura," mengutip situs resmi Kemendagri Singapura.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun, mengkritik keras pemerintah Singapura yang menganggap UAS pro ekstremisme sehingga dilarang masuk ke negara tersebut.

"Enggak [pro ekstremisme] lah. Berlebihan Singapura itu. Sangat berlebihan. Apalagi dia menyebut ekstremis, jadi enggak benar itu. Saya tahu Singapura kan pro Yahudi, pro Israel. Israel nggak suka dengan seluruh perlawanan yang melawannya," kata Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri, Sudarnoto Abdul Hakim, Jumat (20/5/2022).

Di sisi lain, Sudarnoto mempertanyakan, apakah Singapura berani menganggap Israel sebagai teroris. Sebab menurutnya, Israel kerap melanggar hak asasi manusia dan menyingkirkan hak hidup orang Palestina. Pelanggaran itu masih terus dibiarkan sampai saat ini.

Atas penolakan Singapura terhadap UAS, MUI menyebut hal itu dapat mengganggu hubungan antar-negara tetangga.

"Itu sangat ganggu perasaan umat Islam di Indonesia. Sangat ganggu hubungan bertetangga," pungkasnya. [mt]

 

 


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05