Tersinggung, Ukraina Merasa Diberi Perlakuan Kelas Dua

Internasional  JUMAT, 20 MEI 2022 | 09:00 WIB

Tersinggung, Ukraina Merasa Diberi Perlakuan Kelas Dua

Kanselir Jerman Olaf Scholz

Ukraina membalas apa yang disebutnya perlakukan kelas dua oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz, karena menuangkan air dingin ke negara yang dikoyak perang itu dalam upayanya mendapatkan keanggotaan Uni Eropa (EU) dengan cepat.

Dilansir Saudi Gazette, Jumat (20/5/2022), dalam pidatonya di Bundestag pada Kamis pagi, Scholz mengatakan dia menentang pemberian "jalan pintas" kepada Ukraina untuk bergabung dengan blok tersebut, EU.

Dia mengatakan memberikan akses lebih cepat kepada Ukraina, tidak adil bagi negara-negara di Balkan Barat yang telah menunggu bertahun-tahun untuk bergabung.

"Fakta bahwa tidak ada jalan pintas menuju keanggotaan UE [bagi Ukraina] adalah keharusan keadilan terhadap enam negara Balkan Barat," kata Scholz.

"Presiden Prancis Emmanuel Macron benar untuk menekankan bahwa proses aksesi bukan masalah beberapa bulan atau beberapa tahun."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta untuk bergabung dengan Uni Eropa pada 28 Februari, hanya empat hari setelah pasukan Rusia menyerbu.

Ketua UE Ursula von der Leyen mengatakan kepada Euronews bahwa "Ukraina adalah salah satu dari kami dan kami ingin mereka di UE" tetapi hanya ada sedikit kemajuan sejak itu.

Awal bulan ini, Macron mengatakan tawaran Uni Eropa Ukraina bisa memakan waktu puluhan tahun.

Tweeting pada hari Kamis, Dmytro Kuleba, menteri luar negeri Ukraina mengatakan: "Ambiguitas strategis tentang perspektif Eropa Ukraina yang dipraktikkan oleh beberapa ibu kota Uni Eropa dalam beberapa tahun terakhir telah gagal dan harus dihentikan."

Dia menambahkan "perlakuan kelas dua" di Ukraina telah "menyakiti perasaan orang Ukraina".

Sementara itu, Scholz bersikeras bahwa perluasan tetap menjadi "kepentingan strategis" Jerman dalam menghadapi Rusia, yang telah memiliki pengaruh kuat atas negara-negara tertentu di kawasan itu, terutama di bekas Uni Soviet.

Namun, dia mengatakan ini "juga tentang keamanan kita sendiri yang tidak dapat eksis tanpa Eropa dan Balkan Barat yang stabil".

Pada bulan April, pemimpin Jerman mengatakan dia ingin menghidupkan kembali proses aksesi enam kandidat Balkan "dengan semua kekuatan yang dimilikinya".

Serbia, Makedonia Utara, Montenegro dan Albania semuanya dianggap sebagai "kandidat untuk keanggotaan UE", sementara Kosovo dan Bosnia dan Herzegovina adalah "kandidat potensial".[ros]


Komentar Pembaca