Akhirnya, Raja Batasi Pergerakan Pangeran Hamza

Internasional  JUMAT, 20 MEI 2022 | 08:30 WIB

Akhirnya, Raja Batasi Pergerakan Pangeran Hamza

Pangeran Hamza (kiri)

Raja Yordania Abdullah telah memutuskan pembatasan pergerakan, tempat tinggal, dan komunikasi bagi saudara tirinya (seayah) Pangeran Hamzah.

Dilansir dar Saudi Gazette, Jumat (20/5/2022), Pengadilan Kerajaan dalam pernyataannya, Kamis (19/5/2022) menyatakan, Hamzah, mantan pewaris takhta Yordania yang ditempatkan di bawah tahanan rumah tahun lalu, dituduh pada April 2021 mencoba mengacaukan monarki dalam plot yang diilhami asing, tetapi terhindar dari hukuman setelah berjanji setia kepada Raja.

Seorang mantan kepala penasihat kerajaan, Bassem Awadallah, dan seorang anggota kerajaan di bawah umur dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena keterlibatan mereka dalam dugaan persekongkolan tersebut.

Pangeran Hamzah, 42 tahun, diangkat menjadi Putra Mahkota ketika Raja Hussein meninggal pada 1999 dan Abdullah menjadi raja. Tetapi Hamza kehilangan gelar itu lima tahun kemudian, ketika Raja Abdullah mengangkat putranya sendiri sebagai ahli waris sebagaimana diatur dalam konstitusi.

Istana marah ketika Pangeran Hamza yang terasing itu mengumumkan bulan lalu bahwa dia melepaskan gelar kerajaannya sebagai protes atas kebijakan Yordania saat ini.

Istana mengatakan bahwa di bawah hukum keluarga kerajaan, gelar hanya dapat dicabut oleh raja.

Gerakan Hamzah telah mereda setelah dia mengeluarkan permintaan maaf pada bulan Maret, di mana dia berjanji untuk tidakakan bertindak melawan kepentingan penguasa Yordania.[ros]


Komentar Pembaca