Kenalkan Pembelajaran Metaverse ke Guru Madrasah, Ini Misi Kemenag

Pendidikan  KAMIS, 19 MEI 2022 | 15:00 WIB

Kenalkan Pembelajaran Metaverse ke Guru Madrasah, Ini Misi Kemenag

net

Guru dan tenaga kependidikan (GTK) Madrasah penting memanfaatkan teknologi, termasuk metaverse. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut pemanfaatan metaverse dalam dunia pendidikan akan menjadi kemajuan sangat luar biasa dalam ruang yang tak terbatas.
 
“Guru dipaksa dan terpaksa harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan dunia teknologi,” ujar Yaqut dikutip dari kemenag.go.id, Kamis (19/5/2022).
 
Yaqut menyebut pembelajaran daring akan lebih efektif bila GTK Madrasah mengerti dan memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi. Dia menilai sebelumnya
dunia Pendidikan lambat mengadopsi teknologi.

"Akibatnya, terjadilah learning loss yang mengakibatkan peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus,” tutur Yaqut.

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah kembali menggelar International Symposium On Education (ISOE). ISOE 2022 dihadiri beberapa presentator dan pemakalah internasional, seperti Mark Oliver Heyward (Direktur Inovasi), Chintya Wong (Victory Plus IB World School), Lesley Harbon (University of Technology Sidney), Philippe Grange (Attache Cooperation Ambassade de France). Terdapat 20 pemakalah yang lolos dari 65 pendaftar.
 
Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani mengatakan pemanfaatan teknologi metaverse harus disegerakan untuk mengejar ketertinggalan peserta didik dalam adaptasi di era teknologi. Hal ini agar peserta didik menjadi adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
 
Setelah hadirnya teknologi saat ini, sudah saatnya perkembangan metaverse yang ditunggu dapat membangun pendidikan dalam ranah internasional tanpa batas ruang dan waktu. Dhani mensinyalir budaya digital merupakan tuntutan zaman dan guru harus terus mengupdate keilmuannya.
 
Dia mengatakan guru dan tenaga kependidikan, serta siswa madrasah adalah insan pembelajar sepanjang hayat. “Keilmuan guru harus dinamis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. ISOE 2022 memberikan ruang seluas-luasnya kepada guru untuk membangun jejaring internasional,” tutur dia.
 
Direktur GTK Madrasah, Muhammad Zain, menjelaskan ISOE adalah event internasional yang memberi ruang bagi GTK Madrasah mendesiminasikan karya-karya akademiknya di ruang publik. Dampak positif ISOE, guru bisa menularkan pengalaman tersebut kepada siswa tentang pentingnya global dexterity, ketangkasan global.
 
“Kita saat ini terhubung dengan dunia,” kata dia. [irm]


Komentar Pembaca