Teten Masduki Sebut UKM Perempuan Tulang Punggung Perekonomian Dunia

Ekonomi  RABU, 18 MEI 2022 | 16:30 WIB

Teten Masduki Sebut UKM Perempuan Tulang Punggung Perekonomian Dunia

Net

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut UKM yang dimiliki dan dipimpin perempuan merupakan bagian integral dari upaya mencapai kesetaraan gender dalam partisipasi ekonomi.

UKM perempuan juga merupakan tulang punggung banyak perekonomian di seluruh dunia, terutama di Indonesia. Di mana bisnis milik perempuan memiliki peran kunci dalam pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan diversifikasi ekonomi.

"Oleh karena itu, mendukung UKM perempuan berarti berinvestasi dalam pemulihan ekonomi yang inklusif dan dipercepat," kata Menteri Teten dalam acara G20 Side event Rebuilding women's Productivity Post Pandemic, di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (18/5/2022).

Lebih lanjut, kata Menteri Teten, selama dua tahun terakhir pandemi covid-19 telah mengakibatkan kemunduran ekonomi dan mengganggu belanja konsumen dan rantai pasokan global.

"Hal ini penting untuk diperhatikan karena UKM merupakan tulang punggung suatu negara, menyediakan banyak lapangan kerja dan berkontribusi terhadap PDB negara tersebut," ujar Menteri Teten.

Selain tantangan baru yang disebabkan oleh pandemi, dampak pandemi lainnya yaitu meningkatkan kesenjangan gender dalam partisipasi dan peluang ekonomi.

Adapun berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, 76 persen UKM perempuan terdampak pandemi covid-19. Lantaran, mereka harus bekerja dari rumah. Di Indonesia, 64 persen dari 64 juta UMKM adalah milik perempuan, dan berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional.

"Saat dunia menavigasi pemulihan pasca pandemi dan mengurangi dampaknya terhadap bisnis, penting juga untuk fokus pada pemulihan bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh wanita," kata Teten.

Menurut Menteri Teten, pandemi memperlebar kesenjangan gender dalam perekonomian, khususnya UKM perempuan. Maka diperlukan tindakan cepat agar perempuan tidak tertinggal.

"Kami di Kementerian Koperasi dan UKM menyadari pentingnya peran pemberdayaan ekonomi perempuan terhadap masyarakat, keluarga dan perekonomian secara luas," ujarnya.

Selain tantangan baru yang disebabkan oleh pandemi, dampak pandemi lainnya yaitu meningkatkan kesenjangan gender dalam partisipasi dan peluang ekonomi.

Adapun berdasarkan hasil penelitian menunjukkan, 76 persen UKM perempuan terdampak pandemi covid-19. Lantaran, mereka harus bekerja dari rumah. Di Indonesia, 64 persen dari 64 juta UMKM adalah milik perempuan, dan berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDB nasional.

"Saat dunia menavigasi pemulihan pasca pandemi dan mengurangi dampaknya terhadap bisnis, penting juga untuk fokus pada pemulihan bisnis yang dimiliki dan dipimpin oleh wanita," kata Teten.

Menurut Menteri Teten, pandemi memperlebar kesenjangan gender dalam perekonomian, khususnya UKM perempuan. Maka diperlukan tindakan cepat agar perempuan tidak tertinggal.

"Kami di Kementerian Koperasi dan UKM menyadari pentingnya peran pemberdayaan ekonomi perempuan terhadap masyarakat, keluarga dan perekonomian secara luas," ujarnya. [Irm]


Komentar Pembaca