Mempercantik Makam, Bolehkah?

Kajian  RABU, 18 MEI 2022 | 14:29 WIB

Mempercantik Makam, Bolehkah?

Apakah diperbolehkan mempercantik makam? Misalnya dipasangi keramik setinggi 80 cm.

Atas pertanyaan ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan memberikan jawaban yang dilansir laman mui.or.id, Rabu (18/5/2022) sebagai berikut:

Membangun (mempercantik) kuburan dalam pandangan Fikih Islam terdapat dua arus utama:

PERTAMA: Pendapat yang dipelopori Ibnu Taimiyah (Ibn Taymiyyah), bahwa membangun kuburan adalah hal yang dilarang. Apalagi jika menjadi tempat sesembahan pastilah haram.

عن جابرٍ رَضِيَ اللهُ عنه، قال: ((نهى رسولُ الله صلَّى الله عليه وسلَّم أن يُجَصَّصَ القبرُ، وأن يُقعَدَ عليه، وأن يُبنَى عليه ))

Bahwasanya Rasulullah SAW melarang plasteran (semisal semen), duduk di atasnya, dan membangun di atasnya.

KEDUA: Hukumnya Makruh. Jadi pelarangan hadits di atas tidaklah menunjukkan keharaman. Pendapat ini dipelopori empat Imam Mazhab (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah). Berikut sebagian petikan di bawah ini:

وقال النووي الشافعي: اتفقت نصوص الشافعي والأصحاب على كراهة بناء مسجد على القبر سواء كان الميت مشهوراً بالصلاح أو غيره

An-Naway al-Syafi’I berkata bahwa redaksi redaksi mazhab Syafi’I berkenaan dengan ini adalah membangun kuburan adalah makruh, baik orang yang meninggal itu orang yang masyhur kebaikannya atau orang biasa. Menurut pandangan kedua ini, hukum membangun kuburan beberapa senti tingginya tidaklah haram hanya makruh.

Empat Mazhab tidak mengharamkan jika tujuannya antara lain: menjaga hilangnya tanda kuburan dan menghormati yang wafat tidak mengagungkannya.

Kuburan para tokoh-tokoh mulia, kuburan para Nabi, wali-wali banyak ditinggikan, dan tidak ditentang oleh para ulama sepanjang sejarah. Bahkan dibuatkan kubah di atasnya, Imam Syafi’i kuburannya dibuatkan kubah, dan para sahabat di negeri-negeri Syam juga dibuatkan kubah.

Bilal, Khalid bin Walid, Umar bin Abdul Aziz, Nabi Yahya, Zakariah, Zulkifli semua berkubah, bahkan Nabi Muhammad SAW berkubah, maka status membangun kuburan maksimal hanya makruh selama tidak ada sesembahan padanya.[ros]

 


Komentar Pembaca
Rela Jalan Kaki Demi Naik Haji

Rela Jalan Kaki Demi Naik Haji

Sabtu, 02 Juli 2022 | 18:50

Mabuk Sambil Menghina Nabi Muhammad

Mabuk Sambil Menghina Nabi Muhammad

Jumat, 01 Juli 2022 | 15:30

Cara Daftar MyPertamina, Bisa Offline

Cara Daftar MyPertamina, Bisa Offline

EkonomiKamis, 30 Juni 2022 | 11:15

Reaksi Refal Hady Masuk Nominasi 100 Pria Tertampan Dunia

Reaksi Refal Hady Masuk Nominasi 100 Pria Tertampan Dunia

IslamtainmentSabtu, 02 Juli 2022 | 08:45

Herman Deru Komitmen Dorong Pemda Optimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri
Waktu dan Niat Puasa Dzulhijjah

Waktu dan Niat Puasa Dzulhijjah

KajianRabu, 29 Juni 2022 | 17:30

Ketika Mendapat Pujian, Baca Doa Ini

Ketika Mendapat Pujian, Baca Doa Ini

KajianKamis, 30 Juni 2022 | 08:00

Senangnya, Jamaah Haji Disambut dengan Bahasa Mereka

Senangnya, Jamaah Haji Disambut dengan Bahasa Mereka

Kabar Tanah SuciSenin, 04 Juli 2022 | 16:00

Real Madrid Diubah Jadi Real Masjid

Real Madrid Diubah Jadi Real Masjid

MCTVSenin, 04 Juli 2022 | 15:50

Siang-malam Kebersihan dan Sterilisasi Masjidil Haram Dijaga

Siang-malam Kebersihan dan Sterilisasi Masjidil Haram Dijaga

Kabar Tanah SuciSenin, 04 Juli 2022 | 15:50

Puncak Haji Bisa Terjadi Angin Debu Aktif

Puncak Haji Bisa Terjadi Angin Debu Aktif

Kabar Tanah SuciSenin, 04 Juli 2022 | 15:35

Pj Bupati Apriyadi Datangi Puskesmas Lumpatan Hingga RSUD Sekayu, Ada Apa ?