Kemendagri: Punya Paspor Negara Lain Tak Berarti Bukan WNI

POLKAM  RABU, 18 MEI 2022 | 13:45 WIB

Kemendagri: Punya Paspor Negara Lain Tak Berarti Bukan WNI

Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan, Indonesia tidak mengenal dwi kewarganegaraan. Karena itu potensi masalah yang muncul karena anak berkewarganegaraan ganda terbatas terjadi bila tak ditindaklanjuti.

Demikian terungkap dari penjelasan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Prof  Dr Zudan Arif Fakrulloh dalam acara bertemakan 'Penguatan Fungsi Kementerian Hukum dan HAM dalam Memberikan Perlindungan dan Kepastian Hukum Melalui Peningkatan Layanan Ketatanegaraan secara daring (dalam jaringan) di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

"Anak berkewarganegaraan ganda bisa memilih saat umur 18 tahun dan paling lambat umur 21 tahun," tegas Prof Zudan.

Jika anak tersebut, lanjut dia,  tidak mendaftarkan diri sebagai anak berkewarganegaraan ganda terbatas yang merupakan hasil perkawinan campuran maka ia memiliki dua kewarganegaraan. Selanjutnya, anak itu harus memilih status kewarganegaraan definitif.

Ditandaskannya, persoalan akan muncul apabila anak tersebut mengantongi paspor Amerika Serikat (AS), tetapi juga memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dan sudah berusia 20 tahun. Zudan mengantisipasi masalah itu bisa saja dijadikan isu politik pada 2024.

Ia memberi contoh dengan menyebutkan,"Punya paspor Amerika Serikat pada usia 20 tahun, tetapi kok ikut mencoblos?"

Prof Zudan mengakui, bahwa tidak semua masyarakat mengetahui atau memahami konsep kewarganegaraan ganda terbatas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menyarankan dibuat reformulasi agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari.

Menurutnya, apabila anak tersebut tidak memilih status warga negara asing (WNA), pihak terkait harus mulai berpikir tentang perlindungan optimal sebagai warga negara Indonesia (WNI). Jika anak itu tidak mendeklarasikan diri, tomatis statusnya adalah WNI.

"Selama ini apabila ia tidak mendeklarasikan, ia menjadi WNA," tandasnya.

Namun ditambahkannya, kendati demikian terdapat persyaratan yang harus dipenuhi demi mengantongi status WNI. Pertama, anak tersebut harus sudah tinggal di Indonesia dan masuk ke dalam kartu keluarga (KK) Indonesia maka baru disebut sebagai WNI. Dengan kata lain, ada klausul bersyarat demi perlindungan optimal sebagai WNI.[ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05