Sering Turun Ke Bawah, Erick Thohir Dinilai Miliki Kesamaan Dengan Jokowi

POLKAM  RABU, 18 MEI 2022 | 05:45 WIB

Sering Turun Ke Bawah, Erick Thohir Dinilai Miliki Kesamaan Dengan Jokowi

Erick Thohir/Net

Pengamat Politik Suropati Syndicate Muhammad Shujahri menganggap tudingan sejumlah pihak yang dialamatkan kepada para menteri yang akhir-akhir ini dengan banyak turun ke bawah dengan menggunakan jabatan narsis demi kepentingan pribadi dinilai tidak beralasan.

Seperti yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang sering turun ke tengah masyarakat, Pesantren, pada Mahasiswa di Kampus-kampus, komunitas Petani, Nelayan, dan Ibu-Ibu serta UMKM, itu semata-mata semangatnya adalah untuk kepentingan rakyat secara lebih luas, semata-mata menjaga pondasi ekonomi rakyat.

Menurut Shujahri, apa yang dilakukan Erick Thohir ada kemiripan dengan apa yang dilakukan Presiden Jokowi yang selalu turun ke masyarakat untuk memastikan terlaksananya program Pemerintah. 

“Kemiripan Pak Erick dan Pak Jokowi itu bukan sekedar di aspek sering turun lapangannya tetapi kemampuan mengobjektifikasi masalah ketika turun langsung sehingga mampu melahirkan kebijakan yang cepat dan objektif itu yang sangat mirip.” Selasa (17/5).

Lanjut Shujahri, Kementerian BUMN, dibawah kepemimpinan Erick Thohir dinilai sukses melakukan reformasi dan transformasi, Erick Thohir menutup celah-celah korupsi, BUMN mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan. 

Selain itu, kemampuan yang dimiliki Erick Thohir dalam memimpin BUMN cukup kuat dan tepat dalam mengambil berbagai kebijakan dan solusi atas permasalahan atau beberapa kasus yang sempat menimpa BUMN.

“Kemampuan seperti itu mutlak dimiliki karena untuk mencapai target yang telah dibuat tidak jarang muncul kendala apalagi dalam level pemerintah pusat tentu saja kendala yang dihadapi sangat kompleks. dalam menghadapi kendala ini setiap menteri dituntut punya skill problem solving yang kuat. Dalam berbagai kasus di BUMN pak Erick cukup cepat dan tepat dalam mengambil tindakan," Ungkapnya. 

Shujahri mengingatkan, seharusnya jika ingin mengkritik kinerja dari seorang menteri jangan hanya lewat unggahan media sosialnya saja, namun harus melihat dari indikator capaian kinerjanya.

“Menurut saya kalau ingin mengkritik kinerja menteri itu jangan lewat medsosnya tapi lewat indikator capaian target yang telah dibuat tiap tahunnya.” Ujar Shujahri, 

Shujahri menambahkan media sosial yang digunakan seorang menteri tentunya tidak harus tentang pekerjaannya sebagai pejabat negara, melainkan juga bisa terkait hal-hal kehidupan pribadi atau keluarga.

“Kalau medsosnya yang dijadikan acuan bisa standar ganda karena selayaknya masyarakat umum, pengguna medsos itu seringkali menggunakan medsos untuk membagikan momen-momen pribadi tidak melulu pekerjaan sehari-hari.” Imbuhnya.

Lebih jauh Shujahri menjelaskan, hampir seluruh elemen dalam pemerintahan itu berfungsi sebagai service publik, termasuk di dalamnya Kementerian BUMN. Oleh karena itu, kata dia semua entitas negara harus turun langsung ke masyarakat.

“Jadi jangan dibalik-balik, yang paham akan substansi tugasnya justru harus turun langsung. Sejauh pengamatan saya belum ada masyarakat yang protes ketika melihat pemimpinnya sering turun berjumpa masyarakat.” Jelasnya.[tyo]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05