Sepatu Baru Model Rusak, Harganya Rp27 Juta

Internasional  SELASA, 17 MEI 2022 | 15:30 WIB

Sepatu Baru Model Rusak, Harganya Rp27 Juta

Merek ternama Balenciaga meluncurkan model sepatu sneaker Paris High Top yang disebut rusak total. Sepatu kets yang yang tampak lusuh dan rusak itu diproduksi dalam edisi terbatas, hanya 100 pasang untuk seluruh dunia. Harganya pun tak tanggung-tanggung yaitu mencapai US$1.850 atau sekitar Rp27 juta.

Balenciaga, dilansir Indiaexpress, Selasa (17/5/2022), menyatakan sengaja merilis sepatu tampak buruk dan rusak itu. Balenciaga mengampanyekan sepatu ini "dimaksudkan untuk dipakai seumur hidup".

Selama ini, merek fashion mewah Balenciaga dikenal selalu berhasil menaikkan produknya ke tingkat berikutnya dengan setiap peluncuran baru. Namun produk terbaru dan limited  edition kali ini disebut 'mengganggu dan aneh'.

Sepatu baru ini dinamai Paris Sneaker. Tersedia dalam warna merah, hitam dan putih, sepatu kets ini dirilis dalam varian high top dan bagal. Dibanderol dengan harga masing-masing $625 dan $495, sepatu kets ini, yang tersedia untuk pre-order, dibuat dengan kapas dan karet yang benar-benar rusak dan memiliki robekan di seluruh kain. Ini memiliki logo merek yang tercetak di ujung jari kaki dan logo grafiti dengan warna kontras di solnya.

Estetika sepatu kets yang tampak lusuh bahkan lebih ditekankan dalam gambar kampanye untuk menunjukkan bahwa sepatu itu “dimaksudkan untuk dipakai seumur hidup”, kata Balenciaga, dalam siaran pers.

Menurut merek tersebut, sepatu kets baru adalah “desain klasik yang diperbarui yang menginterpretasikan atletis abad pertengahan dan pakaian kasual abadi dalam warna hitam, putih, atau merah, dengan sol karet putih dan ujung kaki dengan kanvas tertekan dan tepi kasar, mempengaruhi pra- tampilan usang.”

Tak pelak, netizen dibuat bingung dengan desain sepatu Balenciaga baru yang terlihat sangat usang itu. Warganet pun ramai-ramai berkomentar di media sosial untuk mengekspresikan pandangan mereka tentang sepatu baru tampil buruk itu.

“Saya dapat menemukannya di tong sampah secara gratis,” tulis seorang netizen di postingan Instagram The Business of Fashion.

Warganet lain menulis: “Ini benar-benar tamparan bagi mereka yang benar-benar menghadapi kemiskinan. Entah mengapa merek kelas atas ingin memanfaatkan 'estetika yang buruk' dengan sangat buruk. ”

Netizen lain berkomentar, “Membayar ribuan untuk sampah mutlak? Kedengarannya seperti cerminan langsung di mana sebagian besar industri berada, ”komentar seorang pengguna.

Dilansir dari BBC News Indonesia hari ini, disebutkan bahwa sepatu rusak, kotor, itu dijual seharga US$1.850 atau sekitar Rp27 juta.  Model sepatu rusak itu juga dilengkapi dengan tulisan merek besar perusahaan fesyen itu.

Publik pun mencari-cari, siapa perancang sepatu model rusak dan kotor ini? Ternyata dia adalah Demna Gvasalia, Direktur Kreatif Belanciaga sejak 2015.

Pengungsi yang Namanya Mendunia
DEMNA Gvasalia lahir di Georgia pada 1981,  saat negara itu di bawah kekuasaan Uni Soviet. Pada 1993, saat ia berusia 12 tahun, Gvasalia menjadi pengungsi karena keluarganya angkat kaki dari Georgia yang dilanda itu karena perang saudara.

Ia sempat kembali ke Georgia untuk kuliah ekonomi internasional Universitas Tbilisi di ibu kota negara itu. Setelah lulus, ia melanjutkan studi di Royal Academy of Fine Arts di Antwerp, Belgia dan meraih gelar S2 di bidang fesyen pada 2006.

Saat ini ia tinggal di satu kota kecil di dekat Zurich, Swiss bersama pasangannya, musisi Prancis Loïck Gomez. Gvasalia mahir dalam enam bahasa.

Pengalamannya sebagai pengungsi tertuang dalam sejumlah rancangannya. Dalam Paris Fashion Week bulan Maret lalu, Gvasalia memberikan penghargaannya kepada para pengungsi.

Ketika para model berjalan di catwalk, ia membawakan puisi dalam bahasa Ukraina, yang membuatnya kembali mengenang pengalaman sulit ketika mengungsi.

"Saya menjadi pengungsi selamanya," katanya dalam satu pernyataan sebelum acara peragaan busana itu.

"Selamanya karena pengalaman itu selalu melekat pada kami. Ketakutan, rasa putus asa dan kenyataan tidak ada yang memperhatikan," tambahnya.

Ketika diangkat oleh perusahaan barang mewah itu, Kering, induk perusahaan Balenciaga dan merek lain seperti Saint Laurent dan Gucci, Gvasalia tak dikenal sama sekali. Namanya naik ketika mendirikan Vetements, merek fesyen baju sehari-hari yang ia luncurkan dengan adiknya Guram pada 2014.

Pada 2019, pendapatan Balenciaga melebihi US$1 miliar dengan konsumen sebagian besar milenial. Karyanya berhasil mengangkat namanya di kalangan selebritas fesyen. Karyanya juga membuat Balenciaga melesat perkembangannya di pasaran merek mewah.

Pada 2019, pendapatan perusahaan melebihi US$1 miliar dan ditempatkan sebagai tiga besar dalam indeks The Lyst, ranking merek dagang mewah.

Gvasalia memiliki pendukung setia kaum milenial yang mewakili sekitar 65% konsumen Balenciaga. Gvasalia terlihat dapat berkomunikasi dengan para pengikutnya melalui media sosial.

"Generasi muda sangat tahu apa yang terjadi di sekeliling mereka. Dan saya rasa saatnya untuk bangkit," katanya kepada Financial Times.

Menurut Katy Lubin, wakil presiden Lyst, Gvasalia adalah "pakar handal fesyen" dan ia "menyaksikan sendiri produk-produk eksperimental Balenciaga yang viral".

Namun Gvasalia sendiri mengatakan ia tidak peduli seberapa banyak orang yang suka dengan produknya dan ia lebih fokus untuk mendengar "intusinya".

"Saya mencoba berkomunikasi melalui pakaian. Saya tidak aktif di Twitter atau apapun terkait itu. Saya membuat baju. Bagi saya, orang yang suka di Instagram tidak relevan dengan memproduksi produk dan kemudian melakukan riset untuk mengetahui apa yang orang suka."

Terkait produk terakhirnya ini - sepatu model rusak dan kotor - harus dilihat apakah intuisi Gvasalia tajam, dengan bukti produk ini laku keras atau malah tidak dilirik konsumen.[ros]


Komentar Pembaca