Profil Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan Terkenal dengan Kekayaannya

Inspirasi Islam  SENIN, 16 MEI 2022 | 08:45 WIB

Profil Presiden Uni Emirat Arab Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan Terkenal dengan Kekayaannya

Net

Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan meninggal dunia dalam usia 73 tahun, pad Jumat (13/5/2022). Profil Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan identik dengan kekayaan.

Bagaimana tidak, UEA merupakan negara dengan penduduk terkaya di dunia. Mewarisi kekuasaan dari sang ayah sejak 2004, Khalifa Al Nahyan adalah salah satu pemimpin paling kaya di dunia saat ini dengan bisnis minyak. 

Forbes menuliskan Khalifa Al Nahyan mengendalikan 97,8 miliar barel cadangan minyak di UEA. Asetnya mencapai 830 miliar dolar. Dari bisnis di bidang yang sama kekayaan pribadinya mencapai 15 miliar dolar.

Dia juga mengelola harta keluarga yang ditaksir mencapai 627 miliar dolar. Dengan kekayaan ini Khalifa Al Nahyan menaikkan gaji seluruh staf pemerintahan hingga dua kali lipat. 

Kedermawanannya tak berhenti sampai di situ. Khalifa Al Nahyan mengalokasikan kekayaannya untuk beasiswa pendidikan anak-anak muda UEA. Dia juga menjadi donatur dana penelitian untuk University of Wales di Inggris dan University of Texas di Amerika Serikat. 

Uang 150 juta dolar pernah dia berikan untuk pendirian klinik perawatan kanker di University of Texas. Sang presiden juga pernah membagi-bagikan iPad secara cuma-cuma bagi beberapa mahasiswa di UEA untuk menunjang perkuliahan.  

Khalifa Al Nahyan menuai banyak pujian dari rakyat dan dunia internasional karena membawa UEA melewati masa sulit dalam krisis moneter 2008. 

“Kementerian Urusan Kepresidenan menyampaikan belasungkawa kepada rakyat UEA, bangsa Arab dan Islam, dan dunia atas berpulangnya Yang Mulia Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan, presiden UEA,” sebuah pernyataan dari kantor berita negara.

Mengutip dari Al Jazeera, presiden berusia 73 tahun itu sebelumnya berjuang melawan penyakit, salah satunya adalah stroke dan telah lama tidak terlibat dalam sejumlah urusan negara. Kementerian juga mengumumkan akan ada 40 hari berkabung resmi yang mewajibkan seluruh elemen di UEA mengibarkan bendera setengah tiang. Selain itu, selama tiga hari berturut-turut kementerian dan entitas resmi di tingkat federal dan lokal akan tutup untuk menghormati meninggalnya sang presiden. [Irm]


Komentar Pembaca