Pelapor Ruhut: Baju Adat Kami Dipakai untuk Bully Anies!

POLKAM  SABTU, 14 MEI 2022 | 12:45 WIB

Pelapor Ruhut: Baju Adat Kami Dipakai untuk Bully Anies!

Net

Buntut postingan meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memakai pakaian adat suku Dani, Papua. Politikus PDIP Ruhut Sitompul dipolisikan. Pelapor, Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan menilai postingan Ruhut tidak etis, apalagi digunakan untuk mengolok-olok Anies.

Mega mengungkapkan alasannya melaporkan Ruhut Sitompul ke polisi. Mega menduga, Ruhut mengunggah meme tersebut hanya untuk mengolok-olok Anies.

'Ruhut adalah pem-bully Anies. Ruhut meng-upload foto yang diduga editan menggunakan wajah Anies yang mengenakan pakaian adat Papua dan sebagai orang yang dengan track record pem-bully Anies, maka diduga kuat foto itu dipakai untuk mengolok-olok Anies," ujar Mega, Sabtu (14/5/2022).

Sebagai warga Papua, Mega keberatan dengan postingan Ruhut itu. Apalagi, Ruhut menggunakan pakaian adat yang merupakan identitas Papua hanya untuk memperolok Anies.

"Sangat tidak pantas pakaian adat Papua yang begitu sakral digunakan untuk mengolok-olok. Tentu (kami keberatan) karena baju adat kami dipakai oleh Ruhut untuk mengolok-olok lawan politiknya.

Mega menyesalkan rasisme terhadap masyarakat Papua masih terus terjadi. Identitas masyarakat Papua kerap menjadi sasaran rasialis sekelompok orang.

"Nilai historis dan ingatan rasisme yang terus rakyat Papua terima, membuat hal semacam ini tidak bisa dianggap remeh. Terutama dalam situasi Papua yang sedang panas karena beberapa isu yang lain, jadi semua aspek yang di-upload oleh Ruhut itu; Anies, baju adat, caption, dan track record Ruhut sebagai pem-bully Anies.

"Kalaupun dilakukan kepada selain Anies, saya akan bersikap sama," lanjutnya.

Di sisi lain, Mega menempuh jalur hukum untuk meredam kemarahan rakyat Papua.

"Kita menempuh jalur hukum untuk meredam potensi eskalasi kemarahan rakyat Papua. Semoga Rakyat Papua memaafkan," tuturnya.

Untuk itu, Mega mendesak polisi untuk segera memproses Ruhut. Mega juga berharap tidak ada lagi rasisme terhadap masyarakat Papua.

"Maka saya meminta kepada kepolisian agar melihat masalah ini dari seluruh aspek secara holistik. Tidak ada lagi rasis bagi rakyat Papua di Indonesia, hukum harus tegak lurus," tegasnya.

Ruhut Sitompul menjelaskan cuitannya di Twitter diperkarakan oleh pelapor, Panglima Komandan Patriot Revolusi (Kopatrev) Petrodes Mega MS Keliduan atau Mega. Dia memastikan cuitannya biasa saja.

"Bisa kau lihat kata-katanya jelas kan itu, kata orang Betawi usahe, kan namanya usahe kan biasa aja," ucapnya.

Ruhut menyebut maksud cuitannya hanya mau menunjukkan Anies kerap berusaha menunjukkan diri. Dia mengungkit Anies juga pernah mengaku-aku asli orang Yogyakarta.

"Karena sudah dibuktikan kan dia katakan dia asli orang Yogya, ya, dia orang Jawa. Sekarang ada lagi orang yang bikin gambar dia jadi orang Papua. Macam-macam kan datang ke satu daerah asli putra. Namanya usahe kan," ujar Ruhut.

Tak hanya itu, Ruhut juga membantah cuitannya berbunyi 'usahe' dikaitkan dengan SARA. Dia menegaskan cuitannya tidak diarahkan ke sana

"Nggak dong, dilihat kata-kata gue-nya, nggak ada ke arah sana, tapi kalau mereka arah SARA terus, tapi nggak merasa, itu yang lucu para pendukungnya, para pendukungnya SARA terus kan," tuturnya. [Irm]


Komentar Pembaca