Tenyata, Selain Milik Pemerintah Bangunan Swasta Juga Wajib Pakai Bahasa Indonesia

Nasional  SABTU, 14 MEI 2022 | 14:45 WIB

Tenyata, Selain Milik Pemerintah Bangunan Swasta Juga Wajib Pakai Bahasa Indonesia

Net

Karena penamaannya menggunakan bahasa asing, Jakarta International Stadium (JIS) dan Banten International Stadium (BIS) menjadi disorot.  Selain bangunan pemerintah, ternyata bangunan milik swasta juga wajib menggunakan nama bahasa Indonesia.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memberikan klarifikasi terkait penamaan JIS dan BIS. Karena beredar tafsir lain di masyarakat seolah hanya bangunan pemerintah yang wajib menggunakan bahasa Indonesia. Padahal bangunan swasta juga punya kewajiban serupa.

"Hakikatnya, semua bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, memiliki kewajiban untuk menggunakan bahasa Indonesia, kecuali nama bangunan yang berbadan hukum asing," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Endang Aminuddin Aziz, dalam keterangannya, Sabtu (14/5/2022).

Dia mengatakan bangunan milik orang asing yang berbadan hukum Indonesia juga tetap wajib menggunakan bahasa Indonesia. Menurutnya, hal itu diatur di dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Badan Bahasa Kemdikbudristek Endang Aminudin Aziz (Sumber: Situs Badan Bahasa Kemdikbudristek)

Aturan itu termaktub dalam Pasal 36 ayat (3) UU N0. 24 Tahun 2009 dan Pasal 33 Perpres 63 Tahun 2019. Berikut bunyinya:

Bahasa Indonesia wajib digunakan pada nama bangunan atau gedung, apartemen atau permukiman, perkantoran, dan kompleks perdagangan yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia

"Itu berarti bahwa semua jenis bangunan, baik milik pemerintah maupun swasta, wajib diberi nama dalam bahasa Indonesia. Namun, UU dan perpres ini memberi peluang untuk penamaan dalam bahasa daerah atau bahasa asing untuk bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah, budaya, adat istiadat, dan/atau keagamaan," ungkapnya.

Aminuddin menjelaskan fenomena penamaan bangunan dengan bahasa asing sudah lama terjadi. Dia mengatakan ada ribuan bangunan di Indonesia yang menggunakan bahasa asing.

"Bahkan, pada tahun 1995, pemerintah telah melakukan penurunan dan penggantian papan nama bangunan berbahasa asing di seluruh Indonesia. Namun, setelah era reformasi, nama-nama itu banyak yang kembali ke bahasa asing," jelasnya.

Persoalan Martabat Bahasa Indonesia
Penggunaan bahasa Indonesia sebagai nama bangunan juga terkait dengan nasionalisme dan martabat bahasa nasional. Aminuddin mengatakan dalam bahasa Indonesia terkandung perjuangan, persatuan, hingga identitas bangsa.

Badan Bahasa mengajak para pemilik ruang publik, pemerintah dan swasta, untuk kembali memartabatkan bahasa negara kita melalui penamaan bangunan-bangunan dalam bahasa Indonesia," ucapnya.

"Semoga, akan tumbuh sikap positif para penutur dan pengguna bahasa Indonesia terhadap bahasanya, yang diyakini bukan hanya sebagai bahasa negara dan bahasa resmi, tetapi tetapi lebih dari itu, yakni sebagai bahasa perjuangan, bahasa persatuan, dan sebagai identitas bangsa," tambah dia.

Sebelumnya, Jakarta International Stadium (JIS) dan Banten International Stadium (BIS) disorot lantaran tak menggunakan bahasa Indonesia dalam penamaan stadion.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Endang Aminuddin Aziz, mengatakan bangunan pemerintah diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia. Hal itu diatur dalam UU 24/2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan Peraturan Presiden (Perpres) 63 Tahun 2019.

"Memang benar, sesuai dengan amanat UU 24 Tahun 2009 dan Perpres 63 Tahun 2019, penamaan bangunan milik pemerintah menggunakan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kami di Badan Bahasa melakukan pembinaan dan supervisi untuk bangunan-bangunan milik pemerintah yang sudah terlanjur menggunakan bahasa asing," kata Aminuddin kepada detikcom, Rabu (11/5/2022).

Dia mengatakan penamaan bangunan milik pemerintah menggunakan bahasa asing tidak sepenuhnya salah. Namun, semestinya bangunan pemerintah tetap mempunyai nama berbahasa Indonesia.

Aminuddin mengatakan Badan Bahasa akan merekomendasikan JIS dan BIS untuk juga memiliki nama bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia juga terkait dengan kebanggaan terhadap bahasa nasional.

"Kami tentu saja akan menyarankan penggunaan bahasa Indonesia yang bisa disandingkan dengan nama dalam bahasa asing," ucapnya.

Badan Bahasa akan melakukan pembicaraan dan supervisi dengan pengelola JIS dan BIS. Dia berharap nantinya papan-papan nama atau petunjuk yang ada di JIS bisa menggunakan bahasa Indonesia dan boleh ditambahkan bahasa asing.

"Dengan demikian, nama dalam bahasa Indonesia ditampilkan lebih awal dan lebih menonjol, baru kemudian diikuti oleh padanannya di dalam bahasa asing," imbuh dia. [Irm]


Komentar Pembaca
Rela Jalan Kaki Demi Naik Haji

Rela Jalan Kaki Demi Naik Haji

Sabtu, 02 Juli 2022 | 18:50

Mabuk Sambil Menghina Nabi Muhammad

Mabuk Sambil Menghina Nabi Muhammad

Jumat, 01 Juli 2022 | 15:30