Pertamina: Bergeser Pola Konsumsi dari Pertamax ke Pertalite

Ekonomi  JUMAT, 13 MEI 2022 | 12:30 WIB

Pertamina: Bergeser Pola Konsumsi dari Pertamax ke Pertalite

PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) melaporkan, terjadi pergeseran pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamax ke Pertalite dengan real octane number (RON) 90. Migrasi tersebut terjadi sejak 1 April 2022.

Demikian dikatakan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) Alfian Nasution pada konferensi pers Penutupan Posko Ssektor ESDM di Jakarta, Rabu (11/5/2022).

Menurut Alfian Nasution, pergeseran pola konsumsi BBM itu menyebabkan terjadinya kenaikan permintaan masyarakat pada Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.

“Kami mengakui, untuk Pertalite sudah ada shifting dari Pertamax ke Pertalite sebelum Arus Mudik Lebaran," tandasnya.

Dikemukakan Alfian, momen peralihan pola konsumsi masyarakat ini terjadi, saat Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax per 1 April 2022. Beralihnya pola konsumsi ini dikhawatirkan menggerus pasokan BBM jenis Pertalite tersebut.

“Ini terjadi ketika ada kenaikan harga Pertamax jadi sudah mulai shifting di situ beberapa persen begitu,” kata Alfian.

Sementara itu laporan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas menyebutkan, terjadi peningkatan permintaan yang signifikan untuk gasoline sebesar 26 persen secara nasional. Adapun penyaluran tertinggi terjadi pada 1 Mei 2022 atau satu hari sebelum Idul Fitri yang mencapai 36 persen dari penjualan normal.

Sementara itu, pucak penyaluran untuk BBM jenis Pertalite dengan RON 90 sempat naik 46,2 persen terhadap torehan penjualan normal. Di sisi lain, penyaluran untuk gasoline turun sebesar 31,65 persen terhadap pencatatan selama penjualan normal.

Sementara penyaluran gasoline kembali meningkat 12 persen selama masa arus balik dengan permintaan tertinggi terjadi pada 5 Mei 2022 atau H+3 Idul Fitri sebesar 29 persen terhadap penjualan normal.  Adapun penyaluran gasoline turun 40 persen dari torehan penjualan normal.[ros]


Komentar Pembaca