KemenkopUKM Cegah Bisnis UMKM Dicaplok Pebisnis Besar

Ekonomi  KAMIS, 12 MEI 2022 | 23:30 WIB

KemenkopUKM Cegah Bisnis UMKM Dicaplok Pebisnis Besar

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mewanti-wanti, jangan sampai bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diambil alih perusahaan besar. Ia pun berusaha menaikkan tingkat Global Entrepreneur Index (GEI) Indonesia dari saat ini di ranking 75 dengan nilai 3,18 persen jadi peringkat ke-60.

Ditegaskan Teten, semua pihak terkait harus mempersiapkan jangan sampai bisnis UMKM juga diambil alih oleh big business. Terutama yang masuk di bisnis aplikasi digital.

"Pasalnya, sekarang ada indikasi pebisnis aplikasi digital bukan hanya menyediakan aplikasi jual beli, namun juga menjual produknya sendiri. Oleh karena itu, Indonesia perlu mulai memproteksi perdagangan digitalnya dengan baik," tandas Menteri Teten di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Menurutnya, akan bahaya secara politik, secara sosial kalau semua sektor ekonomi termasuk yang kecil ini diambil alih oleh pemodal besar.

Dikemukakan Teten, UMKM sekarang mengusai 99,9 persen potensi ekonomi Indonesia. Selama pandemi, UMKM yang bisa bertahan adalah UMKM yang sudah punya basis digital yang kuat.

Sebelum pandemi, menurut Teten, hanya 9 juta UMKM yang sudah masuk dalam ekosistem digital, hanya dalam waktu dua tahun itu meningkat hampir 130 persen. Saat ini sudah 19 juta UMKM go online.

Meski begitu, ia menilai saat ini produksi UMKM masih kurang kuat. Hal itu terlihat bagaimana e-commerce sekarang lebih banyak menjual produk impor, dan bukan produk dalam negeri.

Di bagian lain Teten mengatakan, agar peringkat GEI bisa naik maka Indonesia harus mencetak 1 juta wirausahawan baru.

"Dengan membaiknya peringkat yang ditarget dicapai pada 2024 itu, ada keuntungan yang akan didapatkan Indonesia. Salah satunya adalah investasi yang masuk. Dengan masuknya investasi, akan juga berkibat pada pembukaan lapangan kerja. Apalagi, saat ini sektor UMKM berperan besar dalam pembukaan lapangan kerja di Indonesia,"     katanya.

Namun ditegaskan Menteri Teten, wirausaha atau UMKM ini nantinya tak hanya berorientasi ekspor saja. Tapi juga menyasar pasar domestik.

"Sebenarnya kita menumbuhkan wirausaha mapan bukan untuk tujuan ekspor saja, tapi banyak juga jadi substitusi impor, market besar, justru UMKM bisa mendominasi market dalam negeri, termasuk pasar ekonomi digital," katanya.[ros]


Komentar Pembaca