21 Kasus Hepatitis Akut Ditemukan di Jakarta, DKI Kaji Kembali PTM 100 Persen

Nasional  KAMIS, 12 MEI 2022 | 14:10 WIB | Aldi Rinaldi

21 Kasus Hepatitis Akut Ditemukan di Jakarta, DKI Kaji Kembali PTM 100 Persen

ilustrasi

Moeslimchoice.Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengkaji terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen ditengah kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak. Pasalnya, saat ini 21 kasus Hepatitis Akut sudah ditemukan di Jakarta. 

"Termasuk PTM ini masih kita pelajari apakah akan kembali ke online kita akan liat," ujar Wakil Gubenur DKI Jakarta, Ahamad Riza Patria saat ditemui di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (12/5/2022). 

Riza mengtakan, Hepatitis Akut ini tak hanya menyerang anak-anak saja, mainkan orang dewasa juga dapat teserang penyakit Hepatitis akut. 

"Harus diketahui, ternyata Hepatitis Akut ini tidak hanya untuk anak-anak bahkan juga orang dewasa," katanya

Untuk itu, orang nomor dua di Jakarta ini meminta kepada masyarakat untuk selalu waspada dan tetap patuhi protokol kesehatan (Prokes). 

"Jadi kita semua ini harus hati-hati seperti yang sudah disampaikan. apa yang harus dilakukan tetep laksanakan prokes sekalipun pandemi sudah menurun gejalanya sudah berkurang dan sebagainya tetep laksanakan prokes," imbaunya. 

Tak hanya itu, Riza juga meminta kepada anak-anak untuk menunda dulu bermain ditempat-tempat umum atau terbuka seperti taman hingga kegiatan berenang bersama. 

"Terkait dengan Hepatitis Akut ini kita minta khususnya anak-anak yang mudah terjangkit untuk ditunda dulu bermain di tempat-tempat umum seperti kolam renang bersama, kegiatan anak-anak bermain di tempat-tempat indoor segala macam," tuturnya 

"Tempat-temoat atau benda yang digunakan bersama itu tolong dihindari, termasuk makan bersama juga dihindari," tambah Riza. 

Perlu diketahui, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB), pada kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya (Acute Hepatitis of Unknown Etiology). Penyakit ini menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia, sejak 15 April 2022.  

Sebelumnya, Eks Direktur Penyakit Menular World Health Organization (WHO) Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa Indonesia perlu waspada tetapi jangan panik yang tak beralasan.  

"Kita jelas perlu waspada, tetapi tidak perlu juga menjadi panik tidak beralasan. Di sisi lain, negara tentu perlu mengambil langkah antisipasi yang diperlukan, dan masyarakat melakukan langkah kewaspadaan pada keluarga kita," ujar Tjandra melalui keterangan tertulis, dikutip, Senin (9/5/2022). [irm]


Komentar Pembaca