Pertamina Mulai Pembangunan PLTS 25 MW di Blok Rokan

Ekonomi  JUMAT, 22 APRIL 2022 | 22:05 WIB

Pertamina Mulai Pembangunan PLTS 25 MW di Blok Rokan

Pertamina Blok Rokan/net

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan Pertamina Power Indonesia (PPI) memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 25 mega watt (MW). Pembangunan pembangkit listrik terbesar di lingkungan PT Pertamina itu ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan, Jumat (22/4/2022). 

PLTS dibangun untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi energi dan target bauran energi dari energi baru terbarukan (EBT). PLTS itu juga dibangun di atas lahan seluas 28,16 hektar yang berada di tiga lokasi wilayah kerja Blok Rokan.

"Ketiga lokasi itu ada di Rumbai, Duri dan Dumai Camp. Tentu ini diharapkan dapat menghasilkan 25 MW untuk mendukung kegiatan operasi di wilayah kerja Blok Rokan," kata CEO PPI atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pertamina New and Renewable Energy (PNRE), Dannif Danusaputro, Jumat (22/4/2022).

Pembangunan PLTS ini ditandai dengan groundbreaking yang dihadiri Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina Mulyono. Termasuk para petinggi dari PPI, PHR, SKK Migas Sumbagut dan Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Riau.

Proyek PLTS digadang-gadang menjadi role model dan yang terbesar di Indonesia. PLTS yang diharapkan akan menghasilkan 25 MW ini merupakan bagian dari rencana Pertamina untuk mencapai 200 MW. Sebab melalui pembangunan PLTS ini, WK Rokan memperoleh efisiensi sebesar US$ 5 juta.

"Kerjasama strategis ini merupakan bentuk komitmen Pertamina Group untuk memulai transisi energi dari halaman sendiri dan berkontribusi untuk program pemerintah. PLTS WK Rokan ini akan menjadi salah satu showcase energi bersih Pertamina di gelaran G20. Bahkan PNRE akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan transisi energi yang berkelanjutan," imbuh Dannif.

Untuk membangun PLTS, PNRE bahkan mengucurkan dana US$ 20 juta. PLTS sendiri ditargetkan selesai pada Oktober mendatang dan siap menerangi kantor dan perumahan karyawan tiga lokasi yang telah ditetapkan.

Direktur Utama PT PHR Jaffee A Suardin menilai tenaga surya bukanlah hanya tren global. Sebab itu akan menjadi transisi enegeri hijau berkelanjutan yang nenjadi prioritas negara.

"Tenaga Surya sebagai salah satu energi baru terbarukan bukan sekedar tren global yang diadopsi di Indonesia. Transisi energi hijau yang berkelanjutan merupakan prioritas negara," kata Jaffee.

Jaffee memastikan PHR berpartisipasi mendukung pemerintah melalui grand strategi energi nasional mempercepat transisi energi dan target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen di 2025. Bahkan mencapai net-zero emissions tahun 2060 dengan jangka menengah 29-41 persen di tahun 2030.

Proyek itu mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Di mana Indonesia memiliki keunggulan berupa lokasi geografis yang sangat berpotensi untuk energi surya.

Panel surya dengan teknologi fotovoltaik akan dipasang menggunakan dua metode yaitu yang terpasang di tanah dan yang berada di atap bangunan (rooftop). Energi surya yang ditangkap kemudian dikonversikan melalui inverter sehingga energi listrik tersebut selanjutnya digunakan di WK Rokan.

"Sementara memang untuk perumahan dan perkantoran. Tentu ke depan ini akan terus kita eksplore, bukan hanya pompa tapi ke production facility," ungkapnya.[fah] 


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05