Pertamina Targetkan Bor 97 Sumur di 2022, Jaga Produksi migas WK Mahakam

Ekonomi  SELASA, 19 APRIL 2022 | 16:45 WIB

Pertamina Targetkan Bor 97 Sumur di 2022, Jaga Produksi migas WK Mahakam

Net

PT Pertamina Hulu Indonesia Subholding Upstream Pertamina sebagai Regional Kalimantan berkomitmen untuk menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas) di lapangan Kalimantan, seperti Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

Sejak tahun 1974 WK Mahakam sudah mulai diproduksi dan mencapai puncak produksi di era awal tahun 2000, dan mengalami decline rate atau penurunan alamiah yang cukup tinggi.

"Untuk mempertahankan tingkat produksi, kami melakukan berbagai upaya diantaranya borderless operation, ultra deep Bekapai dan pengembangan sumur Manpatu yang merupakan sumur eksplorasi. Sumur Manpatu sedang dalam proses, dengan target tahun 2026 sudah dapat beroperasi sebesar 80 MMSCFD," ujar Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Regional Kalimantan Chalid Said Salim dalam keterangannya, Selasa (19/4/2022).

Lebih lanjut, Chalid menambahkan bahwa untuk pencapaian 2021, produksi gas PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mencapai 526 MMSCFD atau 102 % terhadap RKAP dan minyak 24.800 BOPD 108% terhadap RKAP.

"Outlook 2022 target produksi gas sebesar 508 MMSCFD dan produksi minyak sebesar 23.700 BOPD dan target jumlah sumur pemboran 2022 sebanyak 97 sumur," ujarnya.

Direktur Pengembangan & Produksi PT Pertamina Hulu Energi Wiko Migantoro mengatakan, kehadiran Subholding Upstream Pertamina sebagai pejuang energi di sisi hulu, di mana dalam kondisi saat ini sangat perlu menjalankan value creation dalam hal efisiensi dan optimalisasi sehingga dapat membantu ekosistem bisnis Pertamina secara menyeluruh.

"Kami mengapresiasi upaya yang dilakukan rekan perwira semua. Setelah melihat secara langsung, saya optimis bisa menuntaskan target yang sudah ditetapkan", ujar Wiko.

Sementara itu, Komisaris PT Pertamina Hulu Energi Rinaldi Firmansyah menyampaikan, Pertamina saat ini sudah menjadi mayoritas yang menguasai produksi minyak dan gas nasional, sehingga perlu menggiatkan usaha lainnya, karena bila Pertamina terganggu maka produksi nasional juga akan terganggu.

"Cost optimization yang dilakukan oleh Regional Kalimantan bagus sekali dan positif, agar dilanjutkan dan ditularkan ke regional lainnya," tandas Rinaldi. [Irm]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05