KemenkopUKM Siap Majukan Koperasi Kopi Bajawa

Ekonomi  SENIN, 18 APRIL 2022 | 23:00 WIB

KemenkopUKM Siap Majukan Koperasi Kopi Bajawa

Deputi Perkoperasian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop-UKM) Ahmad Zabadi mengatakan, Kopi Arabika Flores Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mendunia. Sayangnya belum ada koperasi besar di Kabupaten Ngada, sehingga perlu dikonsolidasi.

Dikatakan Ahmad Zabadi, di Bajawa sudah ada setidaknya 5 koperasi kopi yang skalanya kecil-kecil dengan lahan yang dikelola rata-rata berkisar 200 hektare (ha), bahkan ada yang lahannya di bawah 100 ha. Ditambah, jumlah anggota yang tergabung juga sedikit, hanya mencapai puluhan hingga 150 orang.

"Artinya, dari skala ekonomi masih minim sehingga antarkoperasi bisa memicu terjadinya kompetisi yang tidak sehat. Kemudian, dimanfaatkan offtaker untuk mendapatkan harga yang lebih murah dengan membandingkan dari koperasi satu dengan koperasi yang lain. Kemarin saya sudah sampaikan kepada Bupati Ngada untuk mereka melakukan amalgamasi atau merger supaya menjadi entitas bisnis yang lebih besar kapasitasnya sehingga bisa memenuhi skala ekonomi," tegas Zabadi dilansir dari laman KemenkopUKM, Senin (18/4/2022).

Zabadi menekankan, setidaknya jika koperasi kecil bergabung membentuk koperasi besar, nantinya membuat satu suara mewakili petani kopi. Karena tidak memenuhi skala ekonomi, koperasi daya tawar ke offtaker-nya pun ikut rendah.

"Saya sudah sampaikan ke koperasi di Bajawa untuk bergabung sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat. Suaranya tidak pecah-pecah ketika berhadapan dengan offtaker karena punya kesepakatan yang lebih kompetitif," pinta Zabadi.

Rata-rata koperasi kecil yang ada di Bajawa mengeluhkan keterbatasan alat produksi dan mesin, biaya untuk sertifikasi, dan promosi yang mahal. Jika ini terus terjadi, koperasi sulit berkembang. Karena alat produksi dan mesin, biaya promosi, sertifikasi, hak merek, dan lain-lainnya tidak murah.

"Apalagi untuk promosi ekspor kalau dihimpun satu koperasi besar, akan lebih mudah. Karena selama ini koperasi kopi yang ada di Bajawa, produknya dibeli oleh offtaker dalam posisi curah sehingga untuk koperasi memiliki brand sendiri akan sulit. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) terbesar bagi kami," ucap Zabadi.

Untuk itu, Kemenkop-UKM, akan melakukan asistensi. Bagaimana memberikan literasi dan pendampingan kepada pelaku koperasi di Bajawa sehingga mereka bisa melakukan konsolidasi.

"Setidak-tidaknya ada disepakati melalui wadah koperasi besar untuk bisa mengayomi, menjadi agregator bagi petani kopi di sana," jelas dia.

Diakui Zabadi, memang produk kopi dari Bajawa banyak yang diserap oleh offtaker dan belum ada koperasi secara khusus dari Ngada yang melakukan ekspor. Akibatnya koperasi tak memperoleh nilai tambah yang signifikan, dan tidak memiliki posisi tawar-menawar yang kuat.

"Ya kalau koperasinya kecil mau investasi biayanya jadi mahal. Kalau dikonsolidasikan kan jauh lebih murah, setidaknya ada koperasi sekunder atau minimal koperasi besar yang menghimpun mereka sehingga investasi tak jadi kelemahan, mereka tinggal maklum seperti rumah produksi bersama, menjadi kekuatan bisnis kopi yang lebih besar lagi," rinci Zabadi.

Kalau bicara potensi dan kualitas, sambung Zabadi, kopi arabika Bajawa sudah dikenal dan diakui dunia, bahkan mendapatkan Indication Geografis (IG) sendiri, sebagai pengakuan atas kualitas baik dan digemari.

"Yang besar-besar aja di-merger, itu namanya strategi bisnis dan bisa dilakukan oleh entitas bisnis apapun untuk menjadi perusahaan lebih kompetitif," ungkap Zabadi.

Tak hanya mudah dalam mengelola produk dan perizinan, dengan konsolidasi, pembiayaan juga akan mudah masuk ke koperasi. Secara teori dan praktik, perbankan akan lebih senang masuk kepada pembiayaan modal kerja dengan skala yang besar.

"Ini soal pilihan strategi bisnis. Kita tahulah usaha-usaha besar seperti Gojek dan Tokopedia saja merger. Bank-bank syariah juga gabung jadi satu. Masa koperasi mau yang tetap kecil-kecil terus? Tentu tidak, koperasi harus bisa maju sehingga menjadi kekuatan bisnis kopi yang lebih besar lagi," katanya.[ros]


Komentar Pembaca