Konfirmasi Rencana Pertamina Beli Minyak, Dubes Rusia: Sudah Ada Komunikasi

Internasional  SABTU, 16 APRIL 2022 | 21:30 WIB

Konfirmasi Rencana Pertamina Beli Minyak, Dubes Rusia: Sudah Ada Komunikasi

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva/Net

Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, mengkonfirmasi rencana pembelian minyak Rusia oleh Pemerintah Indonesia. Dia menyebut sudah ada kontak yang terjalin.

"Perusahaan (Pertamina), ya, mereka berkomunikasi," kata Vorobieva seperti dilansir Tempo, Sabtu (16/4).

Saat dimintai keterangan secara lebih rinci soal kesepakatan harga per barel yang dibahas, Vorobieva enggan berkomentar lebih jauh. "Terlalu dini," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR, Senin, 28 Maret 2022, bahwa perseroan sedang menyiapkan proses pembelian secara business to business. Pertamina, kata Nicke, melihat adanya peluang di tengah konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Dalam situasi perang, Rusia berpotensi menjual minyak mentah dengan harga lebih murah. Sebab, negara tersebut mendapat banyak sanksi perdagangan dari negara barat.

“Kita melihat ada kesempatan untuk membeli dari Rusia dengan harga yang lebih baik,” tutur Nicke.

Minyak mentah dari Rusia tersebut akan diolah di Kilang Balongan. Namun pembelian masih menunggu pembenahan atau revamping kilang selesai.

Harga minyak dunia melambung beberapa waktu ke belakang akibat perang Rusia dan Ukraina. Reli harga komoditas terjadi seiring gangguan ekspor yang dihadapi Rusia setelah sejumlah sanksi barat dijatuhkan secara beruntun, termasuk di Indonesia.

Rusia sudah memastikan akan memberikan diskon pada negara sahabat yang ingin membeli energi darinya. Menteri Energi Rusia Nikolai Shulginov mengatakan harga minyak mentah bisa berkisar antara USD 80 (Rp 1,1 juta) sampai USD 150 (Rp 2,1 Juta) per barel, namun Rusia lebih berfokus untuk memastikan industri minyak nasional berfungsi di tengah hujan sanksi.

Patokan internasional minyak mentah Brent mencapai hampir USD 140 (Rp 2 juta) per barel bulan lalu dan sejak itu turun menjadi sekitar USD 100 (Rp 1,4 juta) per barel pada hari Rabu, 13 April.

Shulginov sendiri tidak merinci negara sahabat mana yang dimaksud, tetapi India dan China telah membeli kargo minyak Rusia dengan harga murah. Dua negara tersebut tidak ada yang secara terang-terangan mengutuk Rusia atas invasinya ke Ukraina.

Rusia adalah negara yang kaya akan sumber energi. Di tengah sanksi ekonomi akibat invasi ke Ukraina, Rusia masih akan meraup hampir USD 321 miliar (Rp 4,6 kuadriliun) dari ekspor energinya pada tahun 2022, naik 36 persen dibandingkan tahun lalu.[tyo]


Komentar Pembaca