Serius Atasi Banjir di Palembang

Herman Deru Bantu Pembangunan Kolam Retensi

Tentang Sumsel  KAMIS, 14 APRIL 2022 | 14:35 WIB

Herman Deru Bantu Pembangunan Kolam Retensi

Banjir yang kerap terjadi di Kota Palembang saat musim hujan mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru, dengan menggelontorkan bantuan gubernur (bangub) untuk pembangunan jalan di beberapa ruas jalan. Termasuk bangub untuk membantu pembangunan Kolam Retensi di Simpang Bandara SMB II.

Untuk memastikan progres pembangunan kolam retensi itu, usai menghadiri acara Musrenbang RKPD Provinsi Sumsel Tahun 2023 di hotel Santika Premier Bandara, Rabu (13/4/2022) Gubernur meninjau langsung lokasi pembangunan kolam retensi di Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami.

Bersama Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, Gubernur turun langsung ke areal kolam retensi didampingi sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel seperti Kepala Dinas PSDA Provinsi Sumsel Ir Herwan dan beberapa pejabat lainnya.

"Secara bertahap kita akan coba jawab keluhan warga terutama soal banjir. Makanya Saya tinjau pembangunan kolam retensi ini yang mana Pemprov dan Pemkot telah menyelesaikan pembebasan lahan 4 hektare untuk dijadikan kolam retensi baru," jelasnya di hadapan awak media.

Dengan pembangunan ini Gubernur meyakini dapat mengatasi dampak banjir yang kerap terjadi di tiga kelurahan sekitar yakni Kelurahan Sukarami, Kelurahan Kebun Bunga dan Kelurahan Sukajaya.

"Kalau retensi ini selesai mudah-mudahan bisa mengurangi dampak banjir di tiga kelurahan ini. Semoga ini bisa menjawab keluhan warga," jelas Herman Deru.

Lebih jauh dikatakan Herman Deru berdasarkan hasil fisibility study lokasi ini merupakan tempat yang paling layak dibangun kolam retensi. Untuk mewujudkan pembangunan ini menurutnya membutuhkan dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi juga Pemkot dan masyarakat setempat.

"Saat ini Pemprov dan Pemkot telah selesaikan pembebasan lahan dan ini wujud Pemprov dan Pemkot serius mengatasi banjir," jelasnya.

Terkait genangan air di Simpang Polda, Herman Deru mengungkapkan bahwa hal itu memiliki kendala tersendiri. Menurutnya genangan air  lamban surut lantaran adanya box culvert yang terkena tiang listrik.

"Mungkin ada yang bertanya soal  genangan di Simpang Polda, ini persoalan lama karena ada box culvert dan gorong kena tiang LRT. Dari arah Bandara ada sekitar  ada 24 titik yang terkena mulai dari  Auto 2000 TAA sampai dengan Jakabaring," jelasnya.

Tak hanya di simpang Polda hal serupa menurutnya juga terjadi di sekitar masjid Agung  dan belum dilakukan pembenahan sehingga air lamban mengalir ke pembuangan. Hal ini menurutnya merupakan dampak dari pengerjaan pembangunan  sebelumnya.

Sementara itu Kepala Dinas PSDA Ir. Herwan menjelaskan bahwa kolam retensi ini akan dibangun di lahan seluas 4 hektare dengan daya tampung mencapai 150-160 ribu meterkubik.

"Bahkan PUPR Kota juga sudah melakukan FS, DED dan menyiapkan dokumen lingkungan," jelasnya.

Menurut Herwan pembebasan lahan ini merupakan sharing Pemprov dan Pemkot Pemkot dan telah selesai dilakukan tahun 2021.

"Harapannya dengan  bantuan Bangubsus tahun 2022 harapannya pembangunan ini bisa tuntas," jelasnya.

Tak pelak lagi, warga setempat antusias melihat Gubernur meninjau Lokasi Kolam Retensi. Ketua RW di Kelurahan Kebun Bunga Novrizal mengatakan mewakili warga, mengucapkam terima kasih atas perhatian yang diberikan Gubernur Sumsel itu.

"Belum sempat kami berterima kasih, jalan kami selesai dibangun ini sudah dikasih pembangunan kolam retensi lagi oleh Pak Gubernur Herman Deru. Kami sangat berterimakasih sekali," ujarnya.

Selama ini diakui Novrizal, warga kerap terkena banjir mulai dari Jalan Perindustrian, ke jalan di Bandara dan Kelurahan Sukarame sehingga memang menantikan pembangunan kolam retensi tersebut.

"Terima kasih sekali mudah-mudahan dengan kolam ini kami tidak banjir lagi, karena selama ini air seluruhnya lari kesini. Masyarakat Sumsel bahagia sekali dengan perhatian ini" ujarnya.[ros]


Komentar Pembaca