Cara Mengatasi Naiknya Asam Lambung Saat Puasa

Kesehatan  RABU, 06 APRIL 2022 | 17:45 WIB | Irmayani

Cara Mengatasi Naiknya Asam Lambung Saat Puasa

Ilustrasi

Mual saat puasa, bisa jadi kondisi ini disebabkan karena naiknya asam lambung. Dengan waktu yang cukup lama tidak mendapatkan asupan makanan, asam lambung dapat naik karena tidak ada makanan yang dapat diproses oleh cairan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair, dr Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD menjelaskan, asam lambung kerap naik saat puasa yang disebabkan perut dalam keadaan kosong.

Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, dokter Miftah menjelaskan hal itu bisa diatasi dengan anjuran yang tepat. Berikut ini uraian dokter Miftah.

Atasi Asam Lambung Kambuh Saat Puasa dengan 3 J

Menurut dokter Miftah, memilih makanan untuk berbuka ataupun sahur, perlu diperhatikan umat muslim yang berpuasa. 

Salah satunya disarankan tetap memperhatikan 3J (jenis, jumlah, dan jadwal).

"Saya sangat sering menganjurkan kepada pasien untuk yakin bahwa dengan berpuasa akan dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung. Asalkan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran," ujar dokter Miftah dikutip dari laman resmi Unair, Selasa (5/4/2022).

1. Jadwal Makan

Dalam agama Islam, dokter Miftah menjelaskan bahwa ada tuntunan agar umatnya dapat berpuasa dengan baik dan benar. Contohnya jadwal makan pada saat berbuka.

Dengan mendahulukan takjil sebagai makanan pembuka supaya tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang beristirahat setelah sekian jam. Kemudian diikuti dengan makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur.

"Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang sering menjadi permasalahan. Tidak sahur, makan sebelum tidur sehingga gangguan lambung menjadi kambuh," ungkap dokter Miftah.

2. Jenis Makanan

Selanjutnya, perlu memperhatikan juga jenis makanan karena ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempengaruhi terhadap lambung. Misalnya makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung.

Selain itu, susu dan santan yang dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan.

3. Jumlah Makanan

Dalam hal makanan, dokter Miftah menuturkan ada juga jenis makanan lain yang perlu diperhatikan jumlah atau kuantitasnya.

"Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Dalam istilah Jawa dikenal dengan polo pendem seperti kacang-kacangan, ketela, dan sebagainya. Oleh karena itu komposisi makanan saat berbuka atau sahur menjadi sangat penting di luar tentang pentingnya kita mengonsumsi sayur dan buah baik secara kuantitas dan kualitas serta tentunya konsumsi air yang cukup," paparnya.

Adapun untuk kebutuhan serat, dokter Miftah menganjurkan agar dapat melakukan kunyahan yang lebih banyak. Bahkan agama menganjurkan untuk mengunyah di atas 30 kali agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama pada saat berpuasa.

Selain cara 3J di atas, dokter Miftah menegaskan kepada seluruh umat muslim agar berpuasa sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan oleh agama.

"Atur pola makan, hindari kondisi stres sehingga gangguan lambung saat berpuasa dapat teratasi," tutur Wakil Rektor Unair tersebut. [Irm]


Komentar Pembaca