Resmi Spin Off dan Berizin OJK, Prudential Syariah Targetkan Mampu Gaet 5 Juta Nasabah

Ekonomi  SELASA, 05 APRIL 2022 | 21:32 WIB | Yadi Mulyadi

Resmi Spin Off dan Berizin OJK, Prudential Syariah Targetkan Mampu Gaet 5 Juta Nasabah

Peluncuran Prudential Syariah di Hotel Westin Jakarta, Selasa (5/4/2022).

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) hari ini secara resmi meluncurkan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah). Peluncuran ini sekaligus menjadikan Prudential sebagai perusahaan asuransi jiwa berskala internasional pertama yang mendirikan entitas asuransi jiwa tersendiri untuk fokus melayani pasar Syariah di Indonesia yang terus berkembang dengan cepat. 

Langkah ini menegaskan komitmen Prudential untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Syariah Indonesia dan visi negara menjadi pusat ekonomi Syariah dunia. 

Sebagai langkah awal, perusahaan asuransi joint venture pertama yang melakukan spin off dan telah mendapat izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK)ini, menargetkan mampu mengaet 5 juta nasabah baru dalam lima tahun mendatang.

Direktur Prudential Syariah, Omar Sjawaldy Anwar menyampaikan keyakinannya bahwa Prudential Syariah akan mampu melebihi target yang sudah ditetapkan.
 
"Karena Syariah itu bukan hanya untuk muslim. Dengan adanya inovasi, kolaborasi dan digitalisasi maka produk akan disampaikan dengan baik ke konsumen sebagai pemenuh kebutuhan mereka," kata Omar dalam Peluncuran Prudential Syariah: Rayakan Awal Baru, di Hotel Westin Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Selain itu, empat nilai syariah disebutkannya memiliki kesamaan dengan karakter masyarakat Indonesia. Yaitu adil, penuh kasih, transparan dan tolong menolong.

"Karena itu dengan menerapkan pengelolaan profesional, kegiatan yang berbasis pada tolong menolong dan menggunakan teknologi untuk mempermudah nasabah, maka saya yakin capaian per tahun akan melebih jumlah target itu jika dibagi per tahun," ujarnya.

Sementara, Chief Executive Prudential Asia & Africa, Nic Nicandrou menyebutkan penetrasi asuransi, baik syariah maupun konvensional di Indonesia cukup rendah.

"Hal ini karena kelompok masyarakat dengan penghasilan menengah ke bawah belum tersentuh oleh produk asuransi," kata Nic.
Dan kelompok yang belum tersentuh ini menurut Nic adalah kaum muslim.

"Karena itu, dengan fakta tersebut, ambisi kita sangat besar. Tak hanya yang syariah saja. Tapi juga yang konvensional. Target saya, 5 juta nasabah per lima tahun. Dengan mendorong produk inovatif dan layanan digital," pungkasnya.[fah]


Komentar Pembaca