KPK Lelang Dua Tanah Milik Wawan

Hukum  SABTU, 02 APRIL 2022 | 11:15 WIB

KPK Lelang Dua Tanah Milik Wawan

KPK/Net

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang dua bidang tanah di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dua bidang tanah itu berkaitan dengan perkara yang menjerat Suami mantan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Dua bidang tanah tersebut dilelang berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1957 K/Pid.Sus/2021 tanggal 12 Juli 2020 atas nama Tubagus Chaeri Wardana yang telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah. Dua bidang tanah itu dilelang dengan harga limit senilai Rp11,5 miliar.

“KPK melalui dan bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III akan melakukan lelang eksekusi barang rampasan di muka umum,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Sabtu (2/4).

Ali memastikan dua bidang tanah itu dilengkapi dengan bukti kepemilikan. Berdasarkan rincian yang diterima dari lembaga antirasuah, dua bidang tanah yang akan dilelang tersebut terdiri dalam satu hamparan beserta bangunan diatasnya.

Dua bidang tanah itu dilengkapi Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 705 dengan luas tanah 140 M2 dan SHM Nomor 2185 dengan luas tanah 104 M2 yang beralamat di Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan atas nama Yuni Astuti.

Jika ditotal secara keseluruhan, dua bidang tanah itu memiliki luas 244 M2. Dua bidang tanah itu dilelang dengan harga limit Rp11.584.335.000 dan uang jaminan Rp3.000.000.000.

Rencananya, lelang akan digelar pada Selasa, 26 April 2022, pukul 10.15 WIB, dengan skema penawaran menggunakan sistem Closed Bidding yang dapat diakses di www.lelang.go.id. Adapun, tempat pelaksanaan lelang berlangsung dj KPKNL Jakarta III Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun No. 10, Jakarta Pusat.

Untuk diketahui, dua bidang tanah yang dilelang tersebut berkaitan dengan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan untuk Kota Tangerang Selatan yang merugikan keuangan negara pada APBD tahun anggaran 2013. Kasus itu menjerat Yuni Astuti selaku Direktur PT Java Medika, kolega dari Tubagus Chaeri Wardana (TCW) alias Wawan.[tyo]


Komentar Pembaca