Aturan Karantina Semakin Mudah Buat Jamaah Umrah Membludak

Nasional  MINGGU, 27 MARET 2022 | 20:10 WIB | Aldi Rinaldi

Aturan Karantina Semakin Mudah Buat Jamaah Umrah Membludak

Jamaah umrah Jejak Imani/Dok.Ist

MoeslimChoice. Selama dua tahun Pandemi virus corona (COVID-19), akses jamaah umrah asal Indonesia ke Arab Saudi ditutup. Ditambah pembatasan sosial, batas usia jamaah hingga karantina, membuat umrah menjadi sulit dan terbatas. 

Namun semenjak Pemerintah Arab Saudi mengubah status Pandemi COVID-19 menjadi endemi lalu peraturan pembatasan sosial perlahan-lahan dilonggarkan hingga ditiadakan sehingga umrah pun berangsur-angsur kembali menuju normal seperti sebelum pandemi. 

Kondisi ini tentu membawa kabar gembira bagi jamaah umrah Indonesia yang sudah rindu dan terhalang ke Tanah Suci selama dua tahun. 

Presiden Direktur 'Jejak Imani' Rizaldy Latief mengatakan, menjelang bulan Ramadhan dengan aturan yang semakin memudahkan, jamaah umrah membludak. 

Diketahui, Sebanyak 90 orang Jamaah Umrah Travel 'Jejak Imani' berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta pada Ahad (27/3) tanpa harus tes PCR, screening kesehatan maupun karantina seperti bulan-bulan sebelumnya. 

"umrah sudah semakin mudah dan hampir normal seperti sebelum pandemi. Jamaah berusia lansia bisa berangkat umrah kembali, tidak ada batasan usia kecuali anak-anak dibawah enam tahun karena masih terbatas soal vaksin. Syarat utamanya hanyalah vaksin COVID-19 full dosis, merk apapun, yang terpenting vaksin dan usia berapapun bisa berangkat umrah," kata Rizaldy. 

Zaldy sapaan karibnya, pimpinan travel umrah 'Jejak Imani' berterima kasih juga pada Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi atas kemudahan-kemudahan umrah untuk jamaah asal Indonesia. 

"Semenjak Pemerintah Arab Saudi menghapus peraturan PCR dan karantina, ditambah Pemerintah Indonesia juga menghapuskan karantina kepulangan, jamaah umrah langsung membludak, terutama jamaah-jamaah usia sepuh yang sudah lama menanti umrah dibuka," tutur Zaldy. 

"Semenjak pandemi COVID-19, antrian haji tambah panjang karena dua tahun haji ditutup, maka banyak jamaah Indonesia memilih untuk umrah terlebih dahulu. Dari komposisi 90 orang jamaah kami yang berangkat hari ini, 60% didominasi jamaah berusia di atas 60 tahun. Termasuk dalam rombongan ada pula anak-anak berusia dibawah 12 tahun, tentu memudahkan orang tua yang ingin turut serta membawa anaknya umrah" tambahnya 

Zaldy mengatakan, pada Ramadhan ini Dua Masjid Suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi kembali membuka masjid seluas-luasnya untuk ifthar (berbuka puasa) dan tarawih. Itikaf Ramadhan pun kembali dibuka. 

"Dua tahun kemarin, jamaah umrah Indonesia sama sekali tidak bisa merasakan Ramadhan di Tanah Suci, tentu tahun ini menjadi kabar gembira maka jamaah menjadi sangat membludak untuk merasakan ibadah di Tanah Suci. Menurut data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, baru 53% Travel Umrah yang beroperasi, ditambah masih terbatasnya jumlah maskapai dan hotel yang buka di Arab Saudi, sehingga tidak semua jamaah umrah dapat terakomodasi," ujar Zaldy. 

Mudah-mudahan, kata Zaldy, dari pertemuan Menteri Agama Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq F. Al-Rabiah, pada 22 Maret 2022 lalu, semakin sinergi dalam memudahkan jamaah haji maupun umrah Indonesia. 

Untuk itu Zaldy berharap, semoga semakin memudahkan regulasi kembali normalnya seluruh maskapai dan hotel di Arab Saudi. 

Sehingga bisa mengakomodasi banyaknya jamaah umrah Indonesia yang belum semuanya bisa daftar dan berangkat karena terbatasnya akomodasi menuju dan selama di Arab Saudi," tutup Zaldy.[tyo]


Komentar Pembaca