Gelar GIIF 2022, BPKH Perkuat Kerja Sama Industri Keuangan Syariah Global

Ekonomi Syariah  JUMAT, 25 MARET 2022 | 22:25 WIB | Aldi Rinaldi

Gelar GIIF 2022, BPKH Perkuat Kerja Sama Industri Keuangan Syariah Global

Foto: Aldi R.Moeslimchoice

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali menggelar acara tahunan, Global Islamic Investment Forum (GIIF) atau Forum Investasi Islam Global 2022 di Jakarta, Jumat, (25/3) secara daring dan luring. 

Hadir sebagai pembicara Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu dan keynote speech oleh Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser, serta Presiden Joko Widodo sebagai pembicara kehormatan. 

"BPKH mempunyai peran kunci untuk mengoptimalkan keuangan syariah melalui penempatan dan investasi di syariah di dalam dan luar negeri," ujar Anggito dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/3). 

Sementara itu, Presiden Islamic Development Bank (IsDB), Muhammad Sulaiman Al Jasser, yang hadir secara langsung mengungkapkan antusiasmenya terhadap kegiatan GIIF 2022 ini. 

Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan gambaran nyata perkembagan keuangan syariah dan investasi syariah di Indonesia. 

"Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dapat memberikan contoh dalam perkembangan ekonomi syariah," tururnya. 

Sementara itu, Al Jasser juga menekankan bahwa pengembangan produk keuangan syariah berbasis aset, perlu terus dikembangkan untuk penguatan keuangan syariah kedepannya. 

Selain itu, pada kesempatan yang sama Menteri BUMN, Erick Thohir dalam Hajj Investment Season mengungkapkan, terbukanya kesempatan kerjasama strategis industri halal dan keuangan syariah. 

"Kami terbuka dengan kesempatan kerjasama antara IsDB, BPKH, dan BUMN untuk meningkatkan industri keuangan syariah dan ekonomi di Indonesia," kata Erick. 

Kemudian Erick mencontohkan, kerjasama yang sudah dilaksakan BPKH dan BUMN PT Pembangunan Perumahan (PT PP) adalah pembangunan Rumah Indonesia di Makkah dan Madinah untuk menyambut jamaah haji dan umrah dari Indonesia. 

Industri keuangan syariah dunia memang sedang naik daun dan memiliki prospek yan sangat cerah, namun, kata dia, prinsip investasi juga yang dapat berdampak terhadap sosial dan lingkungan. 

Lebih lanjut, di sesi ESG (Enviromental Social dan Governance), Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan peran ESG bukan hanya sebuah trend tapi kebutuhan, sebab, kata dia, konsep ESG sejalan dengan prinsip Syariah. 

"ESG  bukan sebuah trend, tapi investasi yang berdampak sosial dan lingkungan itu kebutuhan," tutur Sri Mulyani. 

Dikerahui, dalam kesempatan ini, BPKH menandatangani perpanjangan kerjasama (MoU) dengan Islamic Development Bank (IsDB) tentang pengembangan investasi syariah di Indonesia Arab Saudi. 

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengungkapkan, bahwa BPKH memiliki peran kunci sebagai penggerak perubahan untuk mengoptimalkan keuangan syariah di Indonesia. 

"BPKH mempunyai peran kunci untuk mengoptimalkan keuangan syariah melalui penempatan dan investasi di syariah di dalam dan luar negeri," ungkap Jokowi. 

Untuk itu, kerjasama ini diharapkan dapat memberikan diversifikasi investasi luar negeri dan meningkatkan nilai manfaat bagi BPKH. 

Pertemuan Internasional ini dihadiri, antara lain pimpinan Komisi VIII DPR RI, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo; Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati; Menteri BUMN, Erick Thohir; Pimpinan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH); Executive Director Investment Lembaga Tabung Haji Malaysia, Mohamad Damshal Awang Damit, dan para CEO dari lembaga-lembaga keuangan global. 

Sebagai informasi, Global Islamic Investment Forum (GIIF) 2022 merupakan kegiatan tahunan kedua BPKH, yang diselenggarakan oleh bidang Investasi dan Kerjasama Luar Negeri (IKSLN). 

Anggota BPKH, Hurriyah El Islamy sebagai pengarah dan penanggung jawab GIIF 2022 berharap, Forum tersebut dapat menjadi wadah memperkuat networking serta mewujudkan kerja sama dan investasi keuangan syariah yang memberi manfaat untuk umat Islam dan masyarakat umumnya. [mt]


Komentar Pembaca