Kematian Kepala UPTD Banyuasin Diduga Akibat Depresi Berat

Sosial  KAMIS, 24 MARET 2022 | 14:30 WIB | Rahmad Romli

Kematian Kepala UPTD Banyuasin Diduga Akibat Depresi Berat

MC

MoeslimChoice. Almarhum Eka Juarsyah, Kepala UPTD Samsat Banyuasin I ditemukan tak bernyawa akibat gantung diri. Kematian Eka diduga kuat karengan yang bersangkutan mengalami depresi akibat penyakit yang dideritanya.

Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra menyampaikan hasil olah TKP kematian Kepala UPTD Samsat Banyuasin 1 Eka Juarsah yang ditemukan tewas di kebunnya, Rabu (23/3/2022) sore

Polsek Betung dan Satreskrim Polres Banyuasin yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara ini menyimpulkan Kepala UPTD Samsat Banyuasin 1 Eka Juarsah tewas mengakhiri hidupnya.

Menurut Ikang, korban sengaja mengakhiri hidupnya  di bekas kandang sapi milik H Sopawi yang berada di simpang Sukaraja Desa Lubuk lancang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Korban ditemukan saksi yang merupakan penjaga bekas kandang sapi tersebut sekitar pukul 16.00.

Saat ditemukan, korban sudah tergantung dan diduga sudah tewas.

"Saksi Ichsan Khafidz melihat korban datang sekitar pukul 11.30, dengan mengendarai mobil Innova warna hitam BG 1197 RZ atau mobil dinas. Karena ingin tahu, saksi ini datang ke lokasi dan ternyata menemukan korban dalam keadaan sudah gantung diri," kata Ikang.

Kejadian itu, langsung dilaporkan dengan warga sekitar dan perangkat Desa. Korban langsung dibawa ke rumah duka yang berada di Komplek Bandara Residen Blok C19 Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Kota Palembang.

"Sementara ini, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali," katanya.

Diduga kuat mantan Camat Gandus Kota Palembang ini nekad melakukan bunuh diri karena mengalami depresi atas penyakit yang dideritanya. Namun tidak dijelaskan penyakit apa yang diderita almarhum.

Sementara menurut penjelasan penyuluh kesehatan jiwa dari Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar, Iwan Andriyanto SKM MKes, ada beberapa masalah yang menyebabkan sesorang itu melakukan upaya bunuh diri yakni masalah kejiwaan yang mengarah ke psikotik atau lebih mengarah ke halusinasi.

“Masalah atau gangguan psikotik ini biasanya seperti halusinasi yang seakan-akan adan bisikan untuk melakukan bunuh diri. Gangguan tersebut bisa diatasi dengan melakukan konsultasi kejiwaan. Di RS Ernaldi Bahar sendiri kita siap memberkan konsultasi ini,” terang Iwan yang juga Kepala Humas RS Ernaldi Bahar kepada MoeslimChoice, Kamis (24/3/22).

Kedua ada unsur depresi yang memicu adanya kelainan otak yang disebabkan multi faktor. Dimana pasien biasanya didera kesedihan yang mendalam.

“Ada perasaan kalau hidup ini seperti sempit, hidup terasa banyak masalah dan berat sehingga seakan akan kematian menjadi solusi. Pemicu depresi ini macam-macam mulai dari faktor ekonomi, penyakit, lingkungan dan sosial seperti perceraian. Termasuk pandemi ini juga jadi salah satu faktornya,” jelas Iwan.

Semua itu lanjut Iwan, bisa diatasi bila dikonsultasikan dengan orang yang tepat atau ahli seperti ke psiakiater sehingga tindakan buruk dari gangguan kejiwaan tersebut bisa diatasi.

Peran keluarga dan agama juga sangat berperan penting. Dengan memperkuat iman dan keyakinan terhadap agama setidaknya bisa mengurangi masalah depresi ini.

“Namun terkadang, orang yang mengalami depresi berat lupa dengan kereligiusan mereka karena yang terpikir dari mereka adalah bagaimana mengakhiri hidup ini,” ungkap Iwan. [rhd]


Komentar Pembaca