Jangan Coba-coba Nikah Beda Agama

Kajian  RABU, 23 MARET 2022 | 11:00 WIB

Jangan Coba-coba Nikah Beda Agama

Kini marak berita tentang nikah beda agama di Indonesia, yang dicitrakan seolah-olah menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Tak kurang lagi, ada orang-orang yang berperan jadi konsul pernikahan beda agama.

Lebih dahsyat lagi, ada pihak-pihak yang mendalilkan pernikahan beda agama seorang perempuan Islam dengan pria agama lain pada putri sulung Rasulullah Muhammad SAW, Sayyidah Zainab  binti Muhammad dengan Abul Ash bin Rabi'.

Padahal Sayyidah Zainab langsung bercerai begitu Abul Ash belum menjadi Muslim. Mereka menikah kembali di Madinah setelah Abul Ash secara resmi memproklamirkan dirinya menjadi seorang Muslim. Jadi tidak benar bahwa Sayiidah Zainab binti Muhammad SAW menikah dengan pria non Muslim.

Menanggapi kontroversi dan polemik pernikahan beda agama, Sekertaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel DR KH Muammar Bakry Lc MA menyebut nikah beda agama itu hukumnya tidak sah dalam Islam. Hal ini sampaikan saat mengisi kajian rutin di Masjid Raya Makassar pada Senin dan dilansir dari laman mui.or.id, Rabu (23/3/2022).

Islam hanya membolehkan lelaki Muslim menikah dengan perempuan non Muslim dengan syarat harus perempuan tersebut masuk Islam dulu sebelum menikah.

Sebagaimana Allah berfirman “Dan janganlah kalian nikahi perempuan-perempuan musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia mengagumkan bagi kalian (QS Al-Baqarah 221).

Ayat tersebut secara tegas melarang lelaki muslim menikah dengan perempuan musyrik meskipun wanita itu sangat menawan dan menarik perhatian.

Tak hanya untuk lelaki, Allah juga melarang perempuan muslimah menikah dengan lelaki non muslim. Allah menegaskan “Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu (Al-Baqarah : 221).

Tak hanya hukum Islam, secara aturan di Indonesia juga tegas melarang pernikahan beda agama. Aturan ini tertuang dalam UU Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 2 ayat (1)

Disebutkan: “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”. Dalam rumusan ini diketahui bahwa tidak ada perkawinan di luar hukum masing-masing agama dan kepercayaan.

Nikah beda agama juga akan berakibat fatal bagi lingkungan keluarga. Hal ini berdampak negatif pada pertumbuhan keluarga dan anak yang dibinanya karena masing-masing berbeda pandangan.

Antara lain masalahnya, anak atau cucu non muslim tidak bisa menerima warisan dari orangtuanya meskipun garis keturunannya jelas.

“Mayoritas ulama sepakat bahwa perkawinan wanita muslimah dengan lelaki non muslim hukumnya tidak sah. Adapun lelaki muslim menikah dengan perempuan non muslim maka ulama masi berbeda pendapat,” rinci Imam Besar Masjid Al Markaz Al Islami tersebut.[ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05