Ini Makna Air dan Tanah dari Sumbar untuk IKN Nusantara

Daerah  RABU, 16 MARET 2022 | 15:32 WIB | Rahmad Romli

Ini Makna Air dan Tanah dari Sumbar untuk IKN Nusantara

MC

MoeslimChoice. Presiden Joko Widodo bersama 34 gubernur melangsungkan prosesi penyatuan tanah dan air di Titik Nol IKN Nusantara, di Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022) pagi lalu. Setiap tanah dan air yang dibawa kepala daerah tersebut tenyata bukan sembarangan karena punya makna dan maksudnya.

Salah satunya tanah dan air yang dibawa Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi dari daerahnya ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Dimana tanah yang dibawa berasal dari kawasan Ophir, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat. Sementara airnya berasal dari Air Angek Bukik Gadang di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Juru Bicara Pemerintah Provinsi Sumbar Jasman Rizal Dt Rajo Bendang menjelaskan, tanah dari Ophir, Kecamatan Talamau merupakan tanah tersubur yang ada di Sumbar. Jenis tanahnya yang utama adalah Andosol merupakan tanah vulkanis yang berasal dari Gunung Talamau.

"Tidak heran, kalau tanaman kelapa sawit yang paling tinggi produksi dan rendemennya di Sumbar berasal dari Pasbar," kata Jasman.

Sementara untuk Air, Gubernur Sumbar membawa air yang diambil dari Pemandian Air Panas Bukik Gadang, Nagari Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.  Dimana air dari Air Angek Bukik Gadang, di kaki Gunung Talang, Kabupaten Solok merupakan sumber air terbaik yang mengaliri sawah warga hingga sekitar 1.000 hektare.

"Jadi sumber air dari kaki Gunung Talang ini sudah terkenal sebagai sumber air bersih dan sangat bermanfaat bagi warga," jelas Jasman yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar.

Dari sumber air di kaki Gunung Talang ini juga salah satu produsen air minum nasional juga mengambil airnya. Jasman menyebutkan, dengan membawa tanah dan air yang terbaik itu diharapkan IKN bisa menjadi daerah yang subur dan menjadi sumber kehidupan.

Alasan memilih tanah dari Kabupaten Pasaman Barat, karena tanah dari Pasaman Barat mewakili tanah yang subur. Dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tanah yang paling subur itu, ada di Pasaman Barat.

"Jadi gubernur telah menilai juga tanah daerah mana yang akan mewakili Sumatera Barat untuk dibawa ke IKN. Ternyata pak gubernur punya alasan yang sangat bagus, maka dipilihlah tanah dari Pasaman Barat," ungkapnya.

Sementara Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh gubernur yang telah membawa tanah dan air dari masing-masing daerahnya untuk disatukan di lokasi yang akan dibangun sebagai Ibu Kota Nusantara.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para gubernur. Ini merupakan bentuk dari kebhinekaan kita dan persatuan yang kuat di antara kita dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini,” ujar Jokowi.

Presiden mengatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan Polri, swasta, dan seluruh masyarakat akan membantu mewujudkan pembangunan ibu kota negara yang baru ini.

“Mudah-mudahan tetap berdoa semoga hidayah dan barokah dari Allah Subhanahu wata'ala memberikan kemudahan dan kelancaran kita dalam membangun Ibu Kota Nusantara ini,” tuturnya. [rhd]

 


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08