Gusrizal Kembali Sindir Mahyeldi yang Terkesan Membela Diri Saat Ikut Ritual Penyatuan Tanah IKN

Daerah  RABU, 16 MARET 2022 | 15:30 WIB

Gusrizal Kembali Sindir Mahyeldi yang Terkesan Membela Diri Saat Ikut Ritual Penyatuan Tanah IKN

Net

Ikut membawa tanah dan air untuk prosesi ritual adat di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, seeblumnya Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mendapat teguran dari Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar.

Namun, Mahyeldi memberikan penjelasan apa yang dilakukannya bersama para gubernur se Indonesia adalah wujud penyatuan. Dia juga tak melihat adanya ritual di kegiatan tersebut. Bahkan, kegiatan itu juga diikuti orang-orang yang religius.

Jawaban Gubernur Sumbar itu kembali dikomentari Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar. "Jawaban tak melihat ada ritual dan menggunakan nama alumni timur tengah dan orang yang paham agama, tidaklah jaminan," kata Buya Gusrizal, Rabu (16/3/2022).

Dari semula, kata Gusrizal, Gubernur sudah terseret sehingga tak terasa bahwa sudah terlibat. Menurutnya, jika ada yang beranggapan itu tidak ritual, coba tanyakan kenapa harus membawa tanah dari Pasaman Barat dan bukan tanah dari kantor Gubernur Sumbar saja.

"Kenapa air yang dibawa dari air Bukik Gadang, bukan air bak kamar mandi gubernur saja. Yang penting kan tanah dan air dari setiap provinsi," ujarnya.

Menurut Gusrizal, jika ada yang menonton video ritual itu, mudah sekali memahami bahwa ada keyakinan yang tertumpang di dalamnya. Nama ritual, sudah sejak semula dipilih sebagai nama.

Para gubernur telah diperlihatkan dan diberitakan kegiatan dalam prosesi pengambilan tanah dan air serta pilihannya.

"Jadi, jangan mencari celah lagi. Sedikit banyaknya, tertumpang keyakinan dan harapan yang terkait dengan persoalan ghaib yang hanya hak Allah SWT saja," jelasnya.

Gusrizal mengatakan, tidak ada satu alasanmpun untuk membenarkan bahwa begitu cara meminta dan berharap kepada Allah SWT. Dalam keyakinan selain Islam, akan bertemu hal yang demikian tapi dalam Islam, tidak ada.

"Saya sampaikan ini kepada umat agar jangan menjadi tauladan. Jagalah aqidah tauhid," ujarnya.

Ia mengaku, bisa saja akan dibenci oleh para pendukung politik dan baginya itu hak mereka. "Saya bukan pemain politik. Saya hanya takut pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT kelak," pungkasnya. [Irm]


Komentar Pembaca
Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Tragedi Tersengat Listrik Saat Pengajian

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:10

Paylater Haram!!!

Paylater Haram!!!

Selasa, 09 Agustus 2022 | 13:08