Haru! Mencuri untuk Pengobatan Ibu, Adi Dibebaskan Kejaksaan dengan Restorative Justice

Sosial  JUMAT, 11 MARET 2022 | 17:45 WIB

Haru! Mencuri untuk Pengobatan Ibu, Adi Dibebaskan Kejaksaan dengan Restorative Justice

Net

Karena tidam memiliki uang untuk pengobatan sang ibu, seorang pria bernama Adi nekat mencuri 1 unit mesin tempel perahu boat. 

Namun kini, Adi telah dibebaskan oleh Kejari Sabang. Kisah tersebut dibeberkan oleh akun Instagram milik Kejaksaan Republik Indonesia @kejaksaan.ri pada Kamis 10 Maret 2022.

Dalam video yang diunggah tersebut, dijelaskan bahwa Adi membutuhkan dana untuk biaya pengobatan ibunya.

Pria itu mengaku telah melakukan segala cara untuk menyembuhkan sang ibunda yang sakit agar sembuh seperti dulu kala.

Hingga akhirnya Adi memutuskan untuk nekat mencuri satu unit mesin tempet perahu boat.

"Adi sangat menyesali perbuatannya, caranya salah namun Adi harus berjuang untuk kesembuhan ibunya," tulis akun @kejaksaan.ri di video, Jumat (11/03/2022).

Mengetahui hal tersebut, Jaksa Kejari Sabang pun akhirnya melakukan usaha restorative justice ke Adi.

Dalam video, momen pembebasan Adi terekam dan disaksikan beberapa orang di rumahnya.

Adi terlihat berjabat tangan dan bersalaman dengan jaksa sambil menangis terharu. Korban pun dikatakan telah dengan tulus memaafkan perbuatan Adi.

Usai pembebasan, Adi langsung lari memeluk sang ibu yang berada duduk di depannya.

"Adi bertemu dengan ibunya dan meminta maaf. Perjuangannya salah karena telah mencuri," lanjut tulisan di video tersebut.

Momen haru itu pun disaksikan para petugas Kejaksaan yang berada di rumah Adi. Kejari Sabang pun langsung memberikan bantuan ke ibu Adi yang sedang sakit ketika mengetahui kondisinya.

"Semoga ibu Adi diberi kesembuhan, aamiin," tutup keterangan.

Seorang pria yang diduga sebagai Jaksa Kejari Sabang itu pun memberikan sebuah amplop bantuan dan berjabat tangan sambil berbincang ke ibu Adi yang terduduk di kasur tersebut.

Video itu pun viral dan menuai beragam tanggapan pujian dari kalangan warganet di kolom komentar.

"Ini baru benar-benar mengayomi," tulis @farm***.

"Respek banget sama sikap yang diambil kejaksaan," komentar @dms***.

"Masih banyak orang-orang baik di negeriku ini, salam hangat untuk orang baik," ungkap @ris***.

"Respek untuk orang yang masih punya alasan untuk melihat dari hati," ujar @jua***.

"Terima kasih karena telah memaafkan dan menjadi orang yang bijaksana," imbuh @lab***. [Irm]


Komentar Pembaca