3,7 Juta Lapangan Kerja Baru di Ekonomi Digital Perlu Kemitraan Intensif Pemerintah dan Swasta

Ekonomi  KAMIS, 03 MARET 2022 | 07:29 WIB | Zulfa Fahmi

3,7 Juta Lapangan Kerja Baru di Ekonomi Digital Perlu Kemitraan Intensif Pemerintah dan Swasta

Media Gathering Peluncuran Studi Lazada 2021 bertajuk Pengembangan Talenta untuk Ekonomi Digital Indonesia yang digelar secara daring, Selasa (2/3/2022).

Diperkirakan lebih dari 3,7 juta lapangan kerja baru akan tercipta dalam ekonomi digital Indonesia. Namun untuk menumbuhkan dan memberdayakan angka pekerjaan baru di sektor digital tersebut, diperlukan adanya kolaborasi dan kemitraan intensif antara pemerintah dan pihak swasta.

Hal ini terungkap dalam Media Gathering bertajuk Peluncuran Studi Lazada 2021: Pengembangan Talenta untuk Ekonomi Digital Indonesia yang digelar secara daring, Selasa (2/3/2022).

Hasil Studi Lazada 2021 menunjukan bahwa pentingnya kolaborasi dan kemitraan intensif antara pemerintah dan pihak swasta. Kurikulum yang dirancang oleh pemangku kepentingan seperti akademisi, pelaku industri, serta pemerintah, dapat membantu memastikan sistem pendidikan yang bisa menghasilkan talenta dengan kompetensi dan perilaku yang sesuai dengan yang dibutuhkan dunia kerja.  
   
Studi Lazada juga mengungkapkan bahwa Pelatihan praktis dan pengalaman adalah suatu keharusan bagi talenta digital untuk bisa unggul dalam lingkungan kerja. Oleh karena itu, pelatihan praktis dan penanaman pola pikir terbuka untuk terus belajar bisa membantu talenta meningkatkan keterampilannya, seperti keterampilan berkomunikasi, berkolaborasi dan kepemimpinan.  
   
Selain itu, studi tersebut juga menyarankan perlunya memfasilitasi program bimbingan bisnis dan karier yang komprehensif untuk mempersiapkan talenta dalam menghadapi transformasi dan disrupsi ekonomi digital. 

Dibutuhkan bimbingan diantaranya bagi talenta dan bisnis yang terkena dampak transformasi digital, serta untuk siswa putus sekolah agar mengasah keterampilan mereka sesuai kebutuhan industri.  
   
Studi Lazada juga mengungkapkan perlunya kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan untuk memberdayakan talenta melalui  pelatihan inklusif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kolaborasi ini diantaranya untuk mendorong talenta, termasuk UMKM, agar memanfaatkan teknologi untuk berkembang.  


Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Mohammad Rudy Salahuddin dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa pemerintah mengapresiasi dukungan Lazada yang telah turut serta dalam pengembangan lanskap eCommerce dan layanan logistik di Indonesia. 

“Lazada telah berperan sebagai salah satu platform dalam pengembangan UMKM Indonesia, khususnya dalam industri tekstil, fesyen, kuliner, dan kerajinan di Indonesia. Kami berharap komitmen Lazada dapat terus menginspirasi di ranah digital dan dapat terus memiliki andil dalam mendorong transformasi digital di Indonesia,” ujar Rudy.  
 
Sedangkan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) juga menyambut baik studi yang dilakukan Lazada. Bima Laga, Ketua Umum idEA mengatakan bahwa idEA membuka forum komunikasi untuk anggotanya demi mendukung pengembangan talenta di Indonesia. 

“Kita masih butuh mengembangkan kemitraan antar pemangku kepentingan dan terus meningkatkan kualitas keterampilan penting bagi talenta ekonomi digital di Indonesia. Ini adalah tugas seluruh pemangku kepentingan baik itu pemerintah, sektor pendidikan dan juga sektor swasta,” ujar Bima.   
 
Sedagnkan Gervasius Samosir, Partner & Head of YCP Solidiance Indonesia menjelaskan bhawa Bonus demografi yang akan dialami Indonesia bisa meningkatkan kesejahteraan sosial bila pemberdayaan talenta dilaksanakan secara optimal oleh semua pemangku kepentingan di ekosistem. 

“Oleh karena itu, program pengembangan talenta ekonomi digital harus bisa dapat mendorong pola pikir yang cerdas, kreatif dan terus bertumbuh, membangun sistem edukasi yang relevan dengan kebutuhan industri serta menjalankan program pelatihan yang inklusif atau merata untuk semua talenta,” katanya.  

Adapun Chief People Officer Lazada Indonesia. Evelyn Yonathan di dalam diskusi panel tersebut mengungkapkan bahwa Lazada sejak lama aktif menciptakan ekosistem yang mendukung pemilik bisnis dan pengusaha lokal untuk bergabung dalam industri digital, serta mendorong terciptanya profesi baru seperti livestreamer profesional. 

“Lazada juga memiliki berbagai inisiatif internal untuk memberdayakan generasi muda di Lazada, antara lain inisiatif Lazada Forward Youth (FOYO) yang menaungi program magang (LazPrentice), program beasiswa Lazada Forward Scholarship, program pelatihan karyawan, serta partisipasi dalam program Kampus Merdeka yang digagas Kemendikbud Ristek,” ujarnya.[fah] 


Komentar Pembaca