DKI Klaim Sumur Resapan Cukup Efektif Kendalikan Banjir Ibu Kota

BERITA  RABU, 02 MARET 2022 | 07:45 WIB | Aldi Rinaldi

DKI Klaim Sumur Resapan Cukup Efektif Kendalikan Banjir Ibu Kota

Sumur resapan/Net

MoeslimChoice. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengklaim bahwa program sumur resapan berkontribusi cukup efektif dalam pengendalian banjir di Ibu Kota. Sumur resapan dianggap mempercepat genangan untuk surut.

"Salah satu faktor cepat surut lagi kita membangun sumur resapan. (Manfaat sumur resapan) kesatu, dia mempercepat surut, kedua dia mengurangi run off," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Yusmada Faizal di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (1/3).

Yusmada tak menampik bahwa masih ada genangan di sejumlah lokasi ketika hujan deras melanda Jakarta. Namun, dengan sumur resapan, durasi genangan atau banjir bisa lebih cepat surut.

Lebih lanjut, Yusmada menjelaskan bahwa pengendalian banjir di Jakarta saat ini merupakan hasil persiapan yang dilakukan DKI pada 2021. Sementara, persiapan pada 2022 baru akan dirasakan pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023.

"Kenapa bisa kita tangani dengan cepat, kan persiapannya. Seperti sekarang ini, kita sudah mulai lagi mempersiapkan banjir akhir tahun (2022) atau awal tahun 2023," jelasnya.

"Jadi persiapannya itu dari awal, apa bentuk persiapannya? Yaitu memastikan semua infrastruktur banjir existing itu optimal," kata dia menambahkan.

Program sumur resapan di Jakarta sebelumnya mendapat sorotan karena dianggap tak efektif dalam mengatasi banjir. Oleh sebab itu, DPRD DKI memutuskan untuk menghapus anggaran sumur resapan pada APBD 2022.

Ketua DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengatakan, penghapusan anggaran sumur resapan itu berdasarkan hasil evaluasi. Menurutnya, selama ini program itu tak berjalan efektif karena dilakukan tanpa perencanaan yang matang.

"Kami lihat perencanaan yang dilakukan di DKI ini yang kurang matang. Ternyata kan memang banyak keluhan, keluhan dari masyarakat pembangunan sumur resapan yang memang sana-sini banyak yang protes lah masyarakatnya," ujar Ida.

Menurut Ida, usai menerima keluhan masyarakat itu, pihaknya langsung mengevaluasi program sumur resapan itu. Dari hasil itu disetujui bahwa anggaran untuk program itu dihapus.

"Kenapa kemarin dihentikan di 2022, kami tidak setujui anggarannya? Itu memang evaluasi aja dulu. Dievaluasi betul anggaran yang Rp400 miliar sekian itu, apakah berjalan dengan baik atau tidak," jelasnya.

"Kalau kita berikan lagi nanti Pemda tidak punya waktu untuk mengevaluasi harus seperti apa. Kalau memang hasil evaluasinya 2022 ini sumur resapan yang dilakukan di 2021 bagus, 2023 mau dilaksanakan lagi terserah," tukasnya.[tyo]


Komentar Pembaca