Efek Samping Bikin Sebagian Masyarakat Sumsel Enggan Suntik Vaksin

Sosial  SABTU, 12 FEBRUARI 2022 | 12:17 WIB | Rahmad Romli

 Efek Samping Bikin Sebagian Masyarakat Sumsel Enggan Suntik Vaksin

moeslimchoice

Dampak yang terlalu kuat membuat banyak warga Sumatera Selatan, enggan mengikuti vaksinasi Covid-19. Vaksin yang dianggap punya efek samping kuat yakni jenis Moderna. Beberapa waktu lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Empat Lawang mengembalikan  5.000 dosis vaksin moderna ke Dinkes Sumsel dan minta vaksin jenis atau merek lain. Vaksin Moderna dinilai tidak aman untuk tubuh, termasuk beberapa jenis lainnya di Indonesia.

Vaksin ini juga diduga menimbulkan efek samping pasca penyuntikan seperti demam sehingga warga Kabupaten Empat Lawang keberatan untuk menggunakannya.

“Masyarakat tidak mau karena efeknya lebih berat termasuk pak Bupati setelah menerima vaksin alami demam tinggi selama tiga hari,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang Hepy Safriani Joncik.

Atas alasan tersebut mereka meminta secara resmi untuk diganti dengan vaksin Sinovac dan Astra Zeneca yang dianggap lebih aman.

Kabupaten Empat Lawang sendiri merupakan salah satu dari beberapa daerah di Sumsel dengan realisasi vaksinasi Covid-19 masih rendah. Hal ini disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang kegunaan vaksin.

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengungkapkan, masih banyak warganya yang tidak ingin disuntik vaksin karena menganggap Covid-19 tidak ada. Apalagi kasus penyebaran virus corona di daerah itu terbilang sedikit dan Empat Lawang tercatat daerah terendah di Sumsel dalam kasus Covid-19.

Berdasarkan catatan Dinkes Sumsel, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Empat Lawang sejak pandemi hingga 8 November 2021 sebanyak 380 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 343 pasien sembuh, 35 orang meninggal dunia, dan dua pasien masih menjalani isolasi mandiri.

"Orang mengira Covid-19 itu tidak ada karena dari sisi jumlah kasus, penyebaran virus corona di Empat Lawang sangat sedikit," ungkap Joncik.

Hambatan vaksinasi lain adalah penolakan warga terhadap vaksin Moderna. Warga menganggap dampak setelah vaksin cukup berat sehingga mereka menjadi takut menggunakan vaksin merek itu.

"Kebanyakan warga yang divaksin Moderna langsung demam tinggi selama tiga hari, termasuk saya. Jadi terpaksa saya mengembalikan 6 ribu dosis vaksin moderna dan diganti dengan vaksin Sinovac," kata dia.

Persoalan geografis juga menjadi kendala dalam realisasi vaksinasi. Mayoritas warga di kabupaten itu tinggal di daerah pelosok perbukitan, dan tidak bermukim di satu tempat yang ramai atau berkerumun.

"Warga kami tinggal menyebar di perbukitan, itu cukup menyulitkan juga," ujarnya.

Joncik mengakui cakupan vaksinasi di Empat Lawang sangat rendah, saat ini dosis pertama baru 18,63 persen dari target 263.670 orang dan dosis kedua hanya 9,51 persen. Menurut dia, angka itu belum terakumulasi karena masih banyak vaksinasi yang belum tercatat karena terkendala input data.

"Sebenarnya cakupan vaksinasi di Kabupaten Empat Lawang lebih tinggi dari pada yang tercatat," kata dia.

Joncik menargetkan awal tahun nanti 70 persen warganya sudah divaksin. Sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi akan digencarkan agar mereka bersedia dilakukan suntikan.

"Kami akan gencarkan lagi, paling tidak awal tahun nanti sudah 70 persen yang divaksin," terangnya.

Penolakan ini langsung ditanggapi Dinas Kesehatan Sumsel dan menggantinya dengan Vaksin Sinovac yang dianggap lebih diterima oleh rakyat Kabupaten Empat Lawang.

“Ya ada lima ribuan vaksin Moderna yang dikembalikan ke kami beberapa hari yang lalu,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty di Palembang.

Menurut dia, pihaknya sudah menanggapi permintaan untuk menukarkan Vaksin Moderna tersebut sebagai gantinya menyediakan 3.000 dosis Vaksin Pfizer dan 5.520 dosis Sinovac.

“Permintaan itu sudah kami tanggapi dan sudah kami siapkan juga sejak beberapa hari yang lalu sebagai gantinya menyiapkan Pfizer 3.000 dosis dan Sinovac 5.520 dosis (untuk nakes, TNI, Polri). Semoga sudah diambil mereka (Dinkes Empat Lawang),” ujarnya.

Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti apa alasan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Dinas Kesehatannya mengembalikan vaksin tersebut, sebagaimana dikabarkan warga di sana enggan divaksin Moderna lantaran menimbulkan efek pasca penyuntikan.

"Saya belum dapat informasi pastinya alasan vaksin dikembalikan) jika pun kalau efeknya demam itu biasa. Tapi permintaannya sudah kami tanggapi," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, pengembalian vaksin Moderna dengan alasan demikian itu, terjadi dikarenakan minimnya edukasi kepada masyarakat atas vaksin tersebut.

“Sebenarnya kalau cara sosialisasikannya benar kepada fasilitator dan nakes, maka masyarkat paham dan memahaminya,” kata dia.

Maka dengan demikian, lanjutnya, segenap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di setiap kabupaten kota diharapkan untuk dapat mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19 dengan baik.

Karena perlaksanaan skema vaksinasi ini menjadi salah satu yang diprioritaskan demi mencapai kekebalan komunal 60-70 persen masyarakat sasaran vaksinasi sesuai target pada triwulan pertama tahun 2022.. Dengan hal tersebut penyebaran pandemi Covid-19 bisa berhenti, lalu sosial-ekonomi masyarakat kembali normal.

Kabupaten Empat Lawang sendiri menjadi daerah yang capaian vaksinasinya terendah dibandingkan 17 Kabupaten Kota lainnya.

Kabupaten Empat Lawang mempunyai target sasaran vaksinasi sebanyak 263.670 orang dengan 11 fasilitas pelayanan kesehatan siap vaksinasi. Dari jumlah tersebut ada 61.835 orang atau 23,45 persen selesai penyuntikan vaksinasi dosis pertama.

Penyuntikan dosis kedua tercatat ada 26.528 orang atau 10,06 persen sedangkan dosis ketiga baru ada 438 orang atau 44,42 persen.

Sedangkan untuk terendah kedua setelah Empat Lawang ditempati oleh Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dimana dari 313.123 target sasaran vaksinasi ada 74.508 atau 23,80 persen dosis pertama. Lalu 37.943 orang atau 12,12 persen dosis kedua dan 469 orang atau 34,38 persen untuk dosis ketiga.

Secara keseluruhan target sasaran vaksinasi Sumsel berjumlah 6.303.096 orang kumulatif dari 17 Kabupaten kota. Dari jumlah tersebut sebanyak 3.042.000 orang atau 48,26 persen menyelesaikan vaksinasi dosis pertama. 1.737.005 orang atau 27,56 persen dosis kedua dan 34.254 orang atau 69,90 persen dosis ketiga.  [rhd]


Komentar Pembaca