Saiful: Arteria Jangan Bangga Dulu, Ada Sidang Etik..

POLKAM  MINGGU, 06 FEBRUARI 2022 | 14:32 WIB

Saiful: Arteria Jangan Bangga Dulu, Ada Sidang Etik..

Polisi telah resmi menghentikan kasus dugaan ujaran kebencian Anggota DPR RI Arteria Dahlan. Pakar Hukum Tata Negara Saiful Anam menilai langkah polisi tepat, tapi ia ingatkan Arteria bisa terjungkal karena sidang etik.

Dikatakannya, Minggu (6/2/2022), kendati polisi sudah menghentikan kasus dugaan ujaran kebencian itu, Saiful meminta Arteria Dahlan tidak berbangga diri terlebih dahulu.  Sebab, sebagai anggota DPR, ada persoalan etika yang harus dipertanggungjawabkan Arteria.

Majelis Kehormatan Dewan (MKD), kata Saiful Anam,  bisa menggelar sidang etik untuk menentukan apakah Arteria melanggar etika atau tidak.

Kalau dari sisi etik sangat kuat bagi Dewan Kehormatan DPR, menurut dia, untuk menyatakan Arteria Dahlan melakukan perbuatan menyalahi  etika. Tinggal kemudian apakah sanksi ringan, sedang, atau berat yang dijatuhkan Dewan Kehormatan itu.

Ditekankan oleh Saiful Anam bahwa Arteria tidak boleh berbangga dulu karena selain hukum, ada etika yang harus di pertanggungjawabkan oleh Arteria Dahlan.

Soal penghentian kasus Bahasa Sunda yang dilontarkan Anggota Komisi III DPR RI dalam rapat dengan Jaksa Agung itu, Saiful menilai, polisi sudah mengambil langkah  tepat.

"Meskipun dia tidak dapat diproses secara hukum oleh karena alasan hak imunitas, tetapi dari segi etika dapat kemudian diberikan sanksi sesuai jenis pelanggaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan," ujat Saiful.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan penyetopan kasus Arteria Dahlan karena tidak memenuhi unsur pidana.

"Dalam persoalan ini tidak memenuhi unsur perbuatan menyebarkan informasi yang bermuatan ujaran kebencian berdasar SARA yang diatur dalam Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE," kata Zulpan, Jumat (4/2).

Perwira menengah ini menyebut perkara yang menjerat Arteria terganjal hak imunitas sebagai anggota dewan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang MD3 Pasal 224 UU 17 tahun 2014. Atas dasar itu, Arteria tidak dapat diproses pidana tanpa melewati rangkaian sidang dan putusan di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).[ros]


Komentar Pembaca
Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Alhamdulillah Indonesia Punya Vaksin

Senin, 27 Juni 2022 | 21:12

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Hotman Paris Sowan Ke Ketua Mui

Senin, 27 Juni 2022 | 13:05