Tegas! Gus Yahya Sebut NU Akan Jadi Bagian Pembangunan IKN

Nasional  SABTU, 05 FEBRUARI 2022 | 19:40 WIB

Tegas! Gus Yahya Sebut NU Akan Jadi Bagian Pembangunan IKN

Net

Salah satu visi Nahdlatul Ulama (NU), yakni untuk membangun peradaban umat. Karena itulah, NU akan menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara (IKN) yang diberi nama Kota Nusantara.

"Nahdlatul Ulama ingin ikut serta menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara yang baru karena NU ingin menghidupi semangat untuk ikut serta membangun peradaban," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil dalam keterangannya, Sabtu (5/2/2022).

Hal itu dia katakan dalam sambutan saat Harlah NU ke-96 di Labuan Bajo NTT, Sabtu, (5/2).

Gus Yahya lalu menjelaskan, kenapa penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini dilakukan di empat lokasi di Indonesia dan salah satunya adalah di Balikpapan. Pertama, karena ingin menghadirkan Nahdlatul Ulama untuk ambil bagian dari pembangunan IKN.

"Balikpapan dipilih karena kita tahu bahwa Presiden dengan dukungan sebagian besar stakeholder bangsa ini ingin membangun satu Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur," ujar Gus Yahya.

Maka dari itu, lanjut Gus Yahya, penting bagi NU hadir di Kalimantan Timur, hadir di Balikpapan dan di ibu kota negara yang baru.

"Karena untuk membangun peradaban, kita harus mulai dengan semangat ikut serta membangun masa depan," lanjutnya.

Sementara soal Labuan Bajo dijadikan lokasi selanjutnya untuk penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini, lanjut Gus Yahya,adalah karena NTT mempunyai potensi kekayaan maritim yang sangat besar dan luar biasa.

Menurut Gus Yahya hal itu merupakan modal utama dari pembangunan peradaban umat di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.

"Watak peradaban nusantara adalah maritim, peradaban kita adalah masyarakat dengan karakter maritim. Ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi kita semua," terang Gus Yahya.

Dalam rangkaian acara di Labuan Bajo, hadir secara virtual Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Adapun yang hadir secara langsung di antaranya Gubernur NTT Victor B Laiskodat, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, serta jajaran PBNU, PWNU NTT, dan PCNU se NTT. [Irm]


Komentar Pembaca